Mahasiswa Kukerta UMRI Kelompok 17: Olah Sampah sekaligus Menjaga Lingkungan

Ahad, 18 September 2022

PEKANBARU, seputarriau.co  - Seperti kebanyakan daerah pemukiman dan desa lainnya, masalah sampah masih menjadi momok bagi sebagian warga. Oleh karena itu, Kelompok 17 KKN UMRI menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi untuk selalu menjaga lingkungan dan pengolahan sampah sejak dini kepada generasi muda. Sosialisasi dan edukasi bertajuk “Pengolahan Sampah” ini diselenggarakan di SDN 140 Pekanbaru pada hari Sabtu, 17 September 2022.

Dalam penjelasannya, Muhammad Kurniawan Wakil Ketua Kelompok 17 KKN UMRI, menyampaikan berbagai macam jenis sampah dan juga perbedaan sampah-sampah. Dengan penyampaian materi yang didesain semenarik mungkin sehingga antusiasme anak-anak semakin meningkat dan mereka juga sangat bersemangat.

"Diharapkan agar edukasi untuk menjaga lingkungan ditanamkan sejak dini kepada anak-anak mulai dari pendidikan usia dini yang bertujuan memperkenalkan beragam cara untuk melakukan pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan," ujar Kurniawan.

Acara ini mendapatkan sambutan hangat dan antusiasme dari siswa kelas 5 SDN 140 Pekanbaru yang mengikuti sosialisasi. Para siswa aktif menyimak dan menjawab materi mengenai cara memilah sampah yang benar.

"Dalam pengelolaan sampah ini ada konsep 3R yaitu reduce, reuse, recycle sebagai upaya mengolah sampah secara global sebelum sampah menumpuk ini bisa diedukasi juga. “Kami berharap sosialisasi edukasi ini akan menjadi titik awal yang baik bagi program pengelolaan sampah", demikian penjelasan Muhammad Kurniawan.

"Sampah kalau dapat dikelola dengan baik dapat menghasilkan beragam produk kerajinan tangan bernilai Ekonomis, bahkan ada juga yang dapat diproduksi menjadi pupuk kompos (pupuk organik) bersumber dari sampah ini, selain itu sampah juga dapat diolah menjadi briket sebagai sumber energi yang dapat digunakan untuk bahan bakar maupun listrik".

Mengakhiri paparanya, Kurniawan menyatakan, Pengelolaan sampah dengan benar, tidak saja menjadi solusi bagi masalah lingkungan tetapi dapat dijadikan sebagai sumber daya ekonomi yang menambah pendapatan keluarga.

(MN)