Sistem Zona yang Diterapkan Telkomsel, Dinilai Merugikan Konsumen

Telkomsel

PEKANBARU, seputarriau.co - Kebijakan yang di keluarkan oleh operator telekomunikasi Telkomsel, yang menerapkan sistem zona dalam menentukan tarif internet yang hingga kini masih terus berlanjut, meski sebelumnya mendapat protes dan sudah jelas merugikan konsumen.

Sebelumnya petisi di Change.org menuntut Telkomsel menghapus sistem zona itu. Petisi ditujukan kepada Telkomsel, Kementerian BUMN dan Kemenkominfo.

Pembagian 12 zona yang dilakukan oleh Telkomsel itu semacam Shadow State, Negara Bayangan di dunia maya, yang mirip dengan slogannya, "Makin Indonesia Telkomsel Begitu Dekat Begitu Nyata". Memang benar tarif yang diberlakukan Telkomsel terasa mencekik konsumen.

Sekretaris Jendral (Sekjen), Indonesia Telekomunikasi User Group (IDTUG), Muhammad Jumadi mengatakan, tinggal satu atap di Indonesia tapi makan dengan lauk dan menu yang berbeda. Katanya satu nusa, satu bangsa, satu tumpah darah. Tapi tarif internet kok di buat bermacam-macam warna.

Hingga saat ini, Telkomsel masih menerapkan tarif internet yang berbeda dengan 12 zona wilayah. Yang mengakibatkan harga internet di Jakarta dan Papua bisa jauh berbeda.

Ilustrasi perbedaan harga paket tersebut bisa dilihat di situs Telkomsel.

Sistem zona itu juga dikritik oleh Indonesia Telecommunication User Group (IdTUG), organisasi yang fokus pada isu hak pengguna jasa dan sarana telekomunikasi di Indonesia.

"Perusahaan ini membuat harga monopoli dengan sistem oligopolistik untuk mendapatkan keuntungan besar," kata Sekjen IdTUG Muhammad Jumadi, Sabtu (30/1/2016).

Corporate Communication, Telkomsel wilayah Riau, Hanny Hairani tidak mau berkomentar terkait hal ini. Ia tampak tak mampu menjawab keluhan rakyat Indonesia.

Sementara, menurut pedagang paket data di Pekanbaru, ia menilai sistem tersebut merupakan kesengajaan Telkomsel untuk mendapatkan celah bisnis dari selisih harga di setiap daerah di Indonesia.

"Mereka oknum Telkomsel bisa bermain, kan harganya berbeda, ini jelas tindak korupsi," tegas D, nama samaran. Masih mau pakai Telomsel?.

(IS/int)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar