Tak Bersanggah, Syamsuar Tanda Tangan Kurikulum Muatan Lokal Budaya Melayu

PEKANBARU, seputarriau.co - Pada sidang Paripurna DPRD Riau, Jumat (9/8/2019) sempena Hari Jadi ke 62 Provinsi Riau, Gubernur Riau, Drs. H. Syamsuar, M.Si, menyatakan akan menandatangi kurikulum muatan lokal budaya Melayu. Tak sampai satu minggu, hari ini, Senin (12/8/2019), Syamsuar sudah menandatangi SK tersebut.

“Insya Allah, bertepatan Milad ke 62 tahun Provinsi Riau, saya menandatangani Surat Keputusan Penetapan Kurikulum Muatan Lokal Budaya Melayu Riau untuk tingkat SMA/SMK/sederajat. Saya juga mengeluarkan instruksi kepada semua SMA/SMK/sederajat untuk menerapkan kurikulum tersebut,” ungkap Syamsuar dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPRD Riau, empat hari yang lalu.

Syamsuar menambahkan, khusus untuk tingkat SD/Madrasah Ibtidayah/sederajat, Pemerintah Provinsi Riau sudah mengeluarkan instruksi kepada Bupati/Walikota se Provinsi Riau untuk menetapkan kurikulum muatan lokal Budaya Melayu Riau.

“Dikarenakan untuk tingkat SD/Madrasah Ibtidayah/sederajat merupakan tanggung jawab dari Bupati/Walikota,” jelas Syamsuar pada waktu itu.

Dengan ditandatangani SK Kurikulum Muatan Lokal Budaya Melayu ini oleh Gubernur Riau, para penyusun kurikulum Mulok merasa bersyukur. Salah satunya Dr. Junaidi, M.Hum, yang juga Wakil Rektor 1 Unilak, merasa berbangga hati.

"Kita apresiasi komitmen Pak Gubernur yang mengesahkan kurikulum SMA. Ini adalah perjuangan yang tak pernah berhenti untuk menetapkan kurikilum muatan lokal budaya Melayu," ucap Junaidi kepada riaukepri.com, Senin (12/8/2019).

Junaidi juga mengharapkan Bupati dan Walikota di Riau juga menggesa menetapkan kurikulum Mulok SD sederajat dan SMP sederajat.

"Kita sangat mengharapkan para bupati dan walikota untuk segera menetapkan kurikulum Mulok Budaya Melayu Riau di tingkat SD sederajat dan SMP sederajat," harap Junaidi.

(rls/MN)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar