Puluhan Tahun Kayu Riau Ditebang, FMOK Minta RAPP Serius Memberikan Kontribusi kepada Pemuda

KAMPAR, seputarriau.co  - Riau adalah sebuah provinsi diindonesia yang terletak  dibagian tengah pulau sumatra dengan total populasi 6.657.911 jiwa.

Riau saat ini merupakan salah satu provinsi terkaya diindonesia dan sumberdayanya di dominasi oleh sumberdaya alam. Terutama minyak bumi, gas alam, kelapa sawit dan perkebunan serat.

Tetapi, penebangan hutan yang merajalela telah mengurangi luas hutan secara signifikan, dari 78% pada Tahun  1982 menjadi hanya 33% pada 2005. Rata rata 160.000 hektare hutan habis di tebang setiap tahunnya. Sehingga pada tahun 2009 hanya tersisa 22% atau 2,45 juta hektare.

Menurut badan pusat statistik provinsi riau pada agustus tingkat pengangguran mengalami kenaikan yang signifikan yaitu 190.000 jiwa. 

Ini menunjukkan bahwa harus ada perhatian serius dari semua stekholder yang ada di provinsi riau.

Terutama perusahaan swasta yang ada diriau sesuai dengan program berkelanjutan dunia atau yang di singkat SDGs (sustainable development goals) di mana ada 17 tujuan dan ada 169 target yang terukur dengan tingkat waktu yang di tentukan.

Salah satu diantaranya yaitu Menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia, Menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang.

Maka dari itu inilah peran stekholder terutama perusahaan swasta yang ada di riau agar serius memperhatikan putra putri riau agar kesejahteraan bersama tercapai. 

Terutama pada daerah daerah tempat beroperasinya perusahaan perusahaan raksasa yang ada di riau. 

Salah satunya PT. RAPP, Dimana perusahaan raksasa ini sudah berkelas internasional atau mendunia. Ada ribuan hektare bahkan jutaan hektare lahan perusahaan ini di provinsi riau. 

Kontribusi pabrik Raksasa Bubur Kertas PT. RAPP terhadap perbaikan SDM putra-putri riau dipandang Belum Begitu Menyentuh.

Maka dari itu tentu PT RAPP harus serius memperhatikan putera puteri provinsi riau dalam ekonomi maupun pendidikan nya.

Dalam beberapa kajian yang di lakukan oleh Forum Mahasiswa Ocu Kampar (FMOK), peran PT RAPP Belum ada kontribusi nyata dalam melaksanakan program berkelanjutan dunia atau dengan nama lain SDGs (sustainable development goals), karena masih banyak nya pengangguran dan anak putus sekolah di provinsi riau terutama di daerah daerah tempat beroperasi nya perusahaan ini.

Maka dari itu kami (FMOK) mengajak bapak Sukanto tanoto sebagai owner dari PT RAPP agar lebih serius untuk memperhatikan kesejahteraan putera puteri dan memprioritaskan pengusaha pengusaha lokal yang ada di provinsi riau.

Hal ini sampaikan Oleh Sekjend FMOK,  Fikri Amanah kepada kontributor Media seputarriau.co yang dikampar, "Kami Minta Sikap Perusahaan Bubur Kertas PT. RAPP yang Telah Mengekploitasi SDA (Hutan* red) Riau untuk Memperhatikan Nasib Pemuda-Pemudi Riau, Kenapa Pemuda pemudi kami sulit untuk Bekerja disana", Ungkapnya kesal.

Apa solusi kongkrit untuk permasalahaan ini ?

"Apakah perlu Kami menyatakan Sikap kekesalan kami kepada perusahaan yang tidak berkepihakan kepada Pemuda-Pemudi menganggur ini terhadap perusahaan tersebut" , Ucapnya.

Dimana hingga saat ini masih banyaknya putra putri riau yang menjadi pengangguran di kampung, Baik yang telah sarjana maupun yang tamat SMA saja. Banyak dari putra putri riau di tolak untuk bekerja di perusahaan ini padahal mempunyai kemampuan dan skil dibidang perusahaan ini.

"Masalah pendidikan yang ada di Riau, Begitu banyak anak anak yang putus sekolah terutama pada wilayah wilayah tempat beroperasinya Perusahaan ini. Seperti Kampar, kuansing. pelalawan dan bengkalis", tegasnya.

(MZI)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar