Perubahan Jam Shift Kerja, Ribuan Security Chevron Adukan Nasib kepada Legislator

MANDAU, Seputarriau.co - Sejumlah Wakil rakyat Kabupaten Bengkalis melakukan kunjungan dan mendatangi kantor Camat Mandau diantarnya Ketua DPRD H.Abdul Kadir H. Abi Bahrum, Hendri Hasibuan,didampingi Camat Mandau Riki Rihardi, Selasa (25/06/2019) Siang menggelar pertemuan dengan pihak CPI tentang Keresahan Masyarakat Kabupaten Bengkalis Riau Terkait Kebijakan CPI terhadap Kesejahteraan Karyawan BP.PT.CPI di Ruang Rapat Lantai II Kantor Camat Mandau.

Ribuan security yang tergabung dalam Himpunan Pekerja Satuan Pengamanan (HPSP) wilayah kerja Chevron di Duri, resah dengan adanya kebijakan CPI yang akan memangkas jam kerjanya dari 12 jam menjadi 8 jam, tentu saja ini akan berdampak  pada penghasilan yang akan mereka terima.

"Terkait berubahan jam kerja yang biasanya 12 jam/2 shift/satu hari diganti menjadi 8 jam/3 Shift/satu hari, otomatis pendapatan bulanan kami jadi berkurang," ujar Ketua HPSP

Sementara itu, Ketua Himpunan Pekerja Satuan Pengamanan (HPSP) mengatakan, bahwa awalnya pihaknya mencoba mediasi sendiri tanpa melibatkan legislatif. Namun, surat yang pernah dilayangkannya kepada PT CPI tidak digubris.

"Namun seiring berjalannya waktu, surat ini tidak digubris. Awalnya Komisi V mengarahkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau, namun tidak ada hasilnya juga. Jadi dengan dilanjutkannya pertemuan disini dengan melibatkan banyak pihak, Kami berharap ada solusi,” harapnya.

Manager Chevron mencoba menjelaskan kebijakan yang diambil oleh CPI terkait pengurangan jam kerja pada Security.
Dikarenakan ada pengelolaan sistem baru yang berdampak kepada tenaga kerja, maka kami mencoba mencari solusi sebagai penyeimbang dari kebijakan baru tersebut," ujar manager Chevron Duri.

"Melanjuti sambutannya beliau juga menyampaikan “Dari pada kami melakukan pengurangan tenaga kerja yang akan membuat bertambahnya pengangguran, maka kami mengambil kebijakan untuk melakukan pengurangan jam kerja saja," pungkas Manager Chevron.

Diselah pertemuan tersebut, Ketua DPRD Abdul Kadir berhasil ditemui awak media dirinya menyampaikan, Kepada perusahaan PT.CPI duri, dan Dinas tenaga Kerja (disnakertrans) untuk segera menyelesaikan permasalahan ini, sebab ini  hak karyawan, untuk segera ditindak lanjuti," ujar Abdul Kadir, kantor Camat inilah merupakan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mencari berbagai solusi dalam pemecahan suatu masalah, siapapun bisa menyampaikan pendapatnya, ”ujar Abdul Kadir.

"Beliau berharap kepada pihak PT CPI agar memperhatikan kebijakan ini, karena kebijakan ini menyangkut masalah sosial masyarakat dan ini berdampak kepada kami selaku Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD kabupaten bengkalis.
Dengan adanya kebijakan ini Kami berharap pertemuan ini bukan hanya sekedar pertemuan saja untuk kita bersama, tetapi pemecah masalah semoga kedepannya ada tindakan yang dapat dipertimbangkan lebih baik lagi untuk menindaklanjuti masalah ini,”harap Abdul Kadir.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut,Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kabupaten Bengkalis, H.Abdul Kadir, Hendri Hsb. Abi Bahrum, Kepala Disnaker,Riduan Yazid, Pimpinan PT ABB Security, Pimpinan PT DMG Security, Pimpinan PT GA Security serta tamu undangan lainnya.

(rls/Dw)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar