CPO Cemari Laut, Ketua LAM-R Dumai Minta Penegak Hukum Proses Pelakunya

DUMAI - Gencarnya pemberitaan awak media terkait insiden curahnya minyak CPO di laut Dumai area kawasan tepatnya di Dermaga B Pelindo I Dumai kembali tercemar.

Fenomena terjadi tercemarnya laut Dumai ini akibat curahnya minyak CPO kelaut, sehingga persoalan ini terus menuai kritikan dari berbagai kalangan.

Minyak CPO yang curah ke laut tersebut diduga berasal dari Kapal Tongkang KJ.Marine 241 sebagai jasa transportir pengangkut PT.Multi Perkasa yang bersandar di Dermaga B Pelindo I Dumai, dan hendak Loading Arm ke Tanki Timbun milik PT.Kreasi Jaya Adhikarya.

Diduga disaat melakukan Loading Arm, Kapal Tongkang KJ.Marine 241 mengalami kemiringan, sehingga sisi kemiringan tersebut membuat minyak CPO tumpah ke laut.

Sebelumnya persoalan ini dikomentari oleh Ketua Forum LPMK Dumai, lalu di komentari Pengurus PMII Dumai yang akan melakukan aksi demo di PT.Kreasi Jaya Adhikarya, lalu di komentari LSM ASRI Dumai dengan meminta pihak Pelindo dan KSOP Dumai untuk menindak tegas pelaku pencemaran laut Dumai tersebut.

Kali ini dikomentari Ketua Umum DPH Lembaga Adat Melayu Riau (LAM-R) Dumai Datuk Seri Syarudin Husin.

Ketua LAM-R ini meminta kepada pihak-pihak terkait yaitu Pelindo, KSOP, Dinas Lingkungan Hidup serta Instansi Penegak Hukum untuk menanggapi persoalan ini secara serius dan tidak menganggap persoalan ini sebagai persoalan sepele.

"Kite minte kepade seluruh instansi-instansi terkait dan penegak hukum Dumai, untuk memproses pelaku pencemaran laut tersebut. Jangan hanye berpangku tangan saje dengan persoalan ini," ungkap Datuk Seri Syarudin Husin dengan logat melayu. Kamis (29/05/2019) kepada awak media.

”Jangan nanti kami masyarakat adat ini yang akan turun tangan memproses pihak-pihak yang berkaitan dengan curahnye minyak CPO ini, kami masih percaye kepade instansi-instansi terkait dan penegak hukum di Dumai,” ungkapnya

Lanjutnya, kami masyarakat adat meminte kepade seluruh pihak perusahaan dikawasan Pelindo I Dumai untuk selalu teliti dan tidak lalai dalam hal apepun, agar tidak terjadi kecelakaan yang mengakibatkan minyak CPO tumpah dan mencemari laut Dumai.” tegas Ketua Uum LAM-R Dumai ini.

Konfirmasi awak media kepada pihak PT.Kreasi Jaya Adhikarya melalui via Whatsapp nya mengatakan, itu minyak milik PT. Multi Perkasa Sejahtera (milik tongkang), bukan minyak Kreasi Jaya Adhikarya.

”Mohon maaf sebelumnya Pak, tujuannya benar ke KJA Pak. Namun minyak tumpah dari Main Hole Tongkang, bukan pada saat proses Discharge ke KJA. Dari KJA belum memulai aktifitas bongkar pada saat kejadian, dengan kata lain, minyak bukan tumpah pada saat unloading," ungkapnya melalui via whatsapp nya.

Awak media mencoba mengkonfirmasi kepada Pihak Pelindo I Dumai. Sebelumnya Pihak Pelindo I Dumai belum mengetahui insiden ini dengan menyampaikan, belum mengetahui kejadian ini. Setelah dikonfirmasi ulang kepada pihak Pelindo I Dumai setelah terbit pemberitaan, pihaknya mengetahui dari media.

Terkait hal ini juga, awak media mencoba konfirmasi kepada Pihak KSOP via Whatsappnya dan Via Telfon Seluler, apakah KSOP sudah mengetahui atas insiden ini. Namun upaya konfirmasi tidak berhasil.

Hingga berita persoalan ini terus bergulir ke permukaan, awak media belum mendapat keterangan, bahwa pihak-pihak yang diduga pelaku pencemaran laut tersebut di proses, baik pihak Pelindo I, KSOP, Dinas LH, dan Penegak Hukum Dumai.

Sebelumnya jejak rekam PT.Kreasi Jaya Adhikarya juga pernah tumpah Stearin dalam jumlah besar mengotori laut kota Dumai.


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar