Bupati Bengkalis Salurkan Bantuan Program PKH Kepada Masyarakat Miskin

Foto : Bupati Bengkalis, Amril Mukminin serahkan Bantuan PKH Kepada Keluarga Penerima Manfaat


MANDAU, seputarriau.co - Melalui Kementrian Sosial tuntaskan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk Wilayah Kabupaten Bengkalis. Program perlindungan sosial ini, melalui pemberian uang non tunai yang berbentuk kartu keluarga sejahtera, yang disalurkan melalui Bank Nasional Indonesia (BNI) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM*red).

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga, ibu sebagai pembawa kebahagiaan dalam keluarga, hingga anak sebagai buah dari cinta kasih sebagai generasi penerus dalam keluarga, masyarakat dan negara Dan keluarga adalah perwujudan kecil dari sebuah negara yang berdaulat, adil dan makmur, Intinya keluarga adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah negara.

Kesuksesan Indonesia pastinya diukur dari kesejahteraan rakyatnya. Itu pasti, karena rakyat yang sejahtera akan menjadi indikator dari keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program-programnya, apakah pro rakyat kecil atau tidak ?

Apakah program tersebut benar-benar menyentuh dan bermanfaat bagi rakyat miskin atau tidak? Sehingga dengan program yang tepat sasaran akan mampu membangkitkan dan mensejahterakan rakyat sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar 1945 berbunyi, "Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa," untuk itulah pemerintah hadir."hal ini apa yang disampaikan Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis. Nanang Haryanto. SH saat dirinya dikompirmasi lewat Telpon gegamnya pada Sabtu ( 11/05) pagi sekira pukul 10: 20: WIB dirumahnya.

Lanjut Nanang," Pemerintah Kabupaten Bengkalis sekarang telah membuat banyak terobosan untuk kesenjangan sosial, disparitas regional, hingga mengurangi tingkat kemiskinan, Gagasan-gagasan inovatif ini tentunya murni hanya untuk mengupayakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, diantaranya selain pembangunan infrastruktur dari tingkat Kecamatan, Kelurahan dan desa sebagai bentuk kepedulian agar terjalin konektivitas dan transportasi yang baik juga dengan mempercepat pengembangan kawasan-kawasan di luar Pulau agar pertumbuhan ekonomi meningkat secara signifikan.

"Selain pembangunan infrastruktur sebagai urat nadi dan pemersatu bangsa dan berbagai suku dengan letak geografisnya berbentuk kepulauan, Pemerintah juga membuat program-program tentunya melalui Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis yang bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM ) termasuk untuk mengentaskan kemiskinan.

Tentunya dalam hal ini Program yang sudah dilaksanakan Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis dengan Memberikan bantuan modal usaha, Bantuan kepada korban kebakaran, bantuan kepada penyandang disabilitas, KIP (Kartu Indonesia Pintar), KIS (Kartu Indonesia Sehat), Beras Sejahtera (Rasta) atau bantuan sosial pangan, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Dana Desa, Program Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS), seperti Mesin Jahit, kesemuanya ini punya tujuan yang mulia untuk meminimalisir kesenjangan sosial dan meningkatkan taraf hidup serta mengupayakan kemakmuran bagi masyarakat.

Yang paling unggul tentunya Program Keluarga Harapan (PKH), Program digagas pemerintah lewat Kementerian Sosial (Kemensos), berbentuk pemberian bantuan sosial bersyarat sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditetapkan sebagai keluarga pemerima manfaat PKH." Tutur Nanang Haryanto.

Sementara Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis Dra. Hj. Martini pihaknya sudah memberikan bantuan di beberapa daerah dari tingkat kecamatan maupun kelurahan dan desa kepada keluarga kurang mampu/miskin, apa yang disampaikan Ketua Komisi I DPRD Politisi Partai Demokrat benar, Sasaran daripada penerima PKH adalah keluarga sangat miskin yang datanya diambil dari basis data terpadu yang memenuhi beberapa kriteria, seperti memberikan bantuan kepada keluarga korban kebakaran dan memberikan bantuan usaha bagi Penyandang disabilitas, yang benar-benar membutuhkan. 

"Terutama bagi ibu hamil, anak balita, anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidik
Terutama bagi ibu hamil, anak balita, anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan dasar (anak pra sekolah), Anak usia SD/MI/Paket A/SDLB (usia 7-12 tahun), Anak SLTP/MTs/Paket B/SMLB (Usia 12-15), Anak 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar termasuk anak dengan disabilitas. Seluruh keluarga di dalam suatu rumah tangga berhak menerima bantuan tunai apabila memenuhi kriteria kepesertaan program dan memenuhi kewajibannya," tutur Hj. Martini.

"Mereka berhak mendapatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes) dan fasilitas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia di sekitar mereka, Sehingga keluarga miskin di sekitar kita didorong untuk memiliki akses dan memanfaatkan pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi, perawatan, dan pendampingan, termasuk akses terhadap berbagai program perlindungan sosial lainnya yang merupakan program komplementer secara berkelanjutan,"lanjutnya.

Pemerintah sekarang lewat sinergi antara Kementerian Sosial, Kesehatan, Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pertanian dan kementerian terkait selalu melakukan sinergi kebijakan untuk mensejahterakan rakyat, khususnya keluarga-keluarga miskin disetiap daerah.
 
"Faktanya sudah kita lihat bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi 9,82% di tahun 2018. tentunya menjadi program andalan yang menyentuh langsung kepada keluarga miskin di tanah air, karena tujuannya mulia dari mengurangi penduduk miskin dan kelaparan.

Serta pemberian pendidikan dasar, kesetaraan gender, pengurangan angka kematian bayi dan balita, hingga mengurangi kematian ibu melahirkan.
Di tahun 2018 ini," Menurut Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis, dra Hj.Martini menyampaikan, lewat WhatsApp. 

"Belum lagi ditambah lagi Program Keluarga Harapan (PKH) telah terealisasikan dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis."tutup Dinas Sosial Kab.Bengkalis, Dra.Hj. Martini. MH.

Untuk menggapi hal tersebut, Bupati Bengkalis Amril Mukminin memberikan dukungan penyaluran bantuan sosial non tunai, Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2018. Kegiatan dipusatkan di Balai Kerapatan Wisma Sri Mahkota Bengkalis, Senin (19/03) lalu.

Tercatat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Kabupaten Bengkalis sebanyak 14.566, terdiri dari 7.81 KPM lama dan 7.385 KPM baru dengan total dana Rp.27.529.760.00 dari Kementerian Sosial.

"Untuk mendukung kelancaran PKH, Pemerintah Kabupaten Bengkalis memberikan suport dan dukungan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis, menganggarkan sekitar 1,7 miliar demi pelaksanaan kelancaran PKH di lapangan," jelas Amril.

Kemudian Amril berharap Program PKH tidak terputus di tengah jalan, hendaknya terus berkelanjutan, sehingga membantu daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Pesan kami kepada kepada bapak/ibu, gunakanlah bantuan ini untuk kepentingan yang bermanfaat, sehingga kedepan bapak/ibu bukan hanya sebagai penerima manfaat tetapi bisa menjadi mandiri" , ucapnya.

Karena PKH adalah bantuan bersyarat, sambung Amril, tentu tidak semua keluarga berhak menerimanya. Selain itu, istilah keluarga miskin menjadi KPM, tahun 2017 ini, penyalurannya juga berubah.

"Jika sebelumnya berdasarkan jumlah komponen PKH, maka di tahun 2017 ini,disamaratakan. Menjadi RP1.890.000. Untuk KPM yang punya lansia dan disabilitas berat, digenapkan menjadi Rp 2.000.000," terang mantan Kepala Desa Muara Basung ini.

Dijelaskan Amril, PKH merupakan program prioritas nasional yang mensinergikan berbagai program perlindungan dan pemberdayaan sosial.

Tujuannya, untuk meningkatkan aksesibilitas terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial, guna mendukung tercapainya kualitas hidup KPM.

"Dalam jangka pendek,  Melalui PKH ini diharapkan beban pengeluaran KPM,dapat dikurangi. Sedangkan jangka panjang, untuk memutus mata rantai kemiskinan. Adapun tujuan khususnya, untuk meningkatkan konsumsi keluarga, kualitas kesehatan dan taraf hidup anak-anak peserta PKH," terang Bupati Amril.

Selain itu, kata Amril Tujuan PKH ini juga untuk mengarahkan perubahan perilaku positif KPM, terhadap pentingnya kesehatan, pendidikan dan pelayanan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."Ujar Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

Yusnita (34 Thn) salah seorang masyarakat yang menerima bantuan PKH ( Program Keluarga Harapan ) yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis tahun 2018.

Adapaun warga Jln.  Asrama Tribrata Gg.Paus 7, RT.04-RW.08 Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau menerima sebuah Mesin Jait sebagai modal usaha yang diberikan Pemerintah daerah Bengkalis.

Kepada Wartawan Seputar Riau.Co Juma'at ( 09/05/) sore, Mengaku dirinya sangat bersyukur kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis tentunya melaui Dinas Sosial, "Karena bantuan yang diterimanya baik tuani maupun non tuani, tentunya ini sangat membantu untuk kebutuhan Keluarga kami."Ia berharap semoga bantuan berjalan terus seperti yang di rasakan saat ini" , Ucap Yusnita.

( ADV/DEWI )


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar