Di Duga limbahnya Cemari Sungai, Masyarakat Minta PTPN III Bongkar Muara

LABUHANBATU, seputarriau.co  -Masyarakat Desa Perbaungan Kecamatan Bilah Hulu resah dengan adanya bau limbah yang mengalir di peceran (pembuangan masyarakat). Tak tau darimana asal limbah yang mengalir tersebut, sehingga masyarakat tidak merasa nyaman.

Hal tersebut dinyatakan oleh salah seorang warga Desa Perbaungan Kecamatan Bilah Hulu yang di berkediaman di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di simpang SMAN I Bilah Hulu yang tinggal disebuah bengkel. "Bau kali bang. Sudah hampir sering lah. Apalagi kalau cuaca panas, menguap baunya bg." tutur warga tersebut yang tidak ingin dicatut namanya berdiri tepat di samping Tim Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu dan awak media lain beberapa pekan lalu dan dibenarkan Jiran tetangganya yang membuka warung.

Awalnya, Hamdani Dalimunthe bersama rekan-rekannya warga Dusun Gunung Selamat Desa Gunung Selamat Kecamatan Bilah Hulu main ke sungai Gapuk hendak mengambil ikan yang mengapung di sungai sesuai yang di informasikan rekannya yang tinggal Gapuk Desa Tebing Tinggi Pangkatan,Taufik. Usai sampai ke lokasi, Hamdani bersama rekannya pun sangat terkejut. Begitu banyak ikan yang mati mengambang di sungai.

"Banyak ikan yang mati bang disungai. Mungkin tercemar sungainitu. Coba Abang kemari lihat langsung di sungai ini."kata Hamdani melaporkan kejadian tersebut melalui via selular ke awak media belum lama ini terjadi via selular.

Sampai di lokasi, ternyata benar. Ada ikan-ikan yang disungai mati di aliran sungai Gapuk. Kemudian, kejadian itu diabadikan oleh Hamdani dan rekan - rekannya serta awak media. Tak berselang lama, Tim Penindakan dan Penegakan Hukum Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu tiba di lokasi dan melihat situasi yang ada di sungai. Kemudian menelusuri aliran sungai tersebut sampai ke hulu untuk mengecek sumber dugaan limbah yang ada di sungai.

"Kita telusuri dan sambil kita tanya ke masyarakat aliran sungai yang menuju ke Sungai kecil di Gapuk. Kemudian, kita dapati keterangan dari masyarakat bahwa alirannya tersebut melewati PTPN III. Sampai akhirnya kita temukan di aliran parit warga di jalan Lintas Sumatera tepatnya warung Kasogli. Kita memanggil pihak PTPN III untuk sama - sama melihatnya dan mengambil sampel air dihadapan pihak PTPN III Aeknabara." Ucap Kepala Seksi Penindakan dan Penegakan Hukum Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu Syahbela Rusli Siregar SH kepada awak Media. Senin (22/4/2019).

Bersama pihak PTPN III, Tim Penindakan Dinas Lingkungan Hidup dan awak media menelusuri aliran sungai yang diduga tercemar limbah. "Kita langsung ditunjukan lokasi pipa aliran limbah dan areal perkebunan dan IPAL PTPN III Aeknabara. Setelah kita lakukan cek dan ricek seputaran PTPN III, kita membuat berita acara untuk laporan ke kantor sesuai di lapangan. Baik pengambilan sampel dan keterangan dari masyarakat setempat."ujar Syahbela Rusli Siregar kepada awak media.

Indra Kepala Tata Usaha dan didampingi Maskep PTPN III Aeknabara menuturkan, bahwa aliran sungai yang ada diduga tercemar limbah bukan berasal dari limbah PTPN III. "Bukan dari PTPN III, karena muaranya ada 3 cabang. Pertama dari PT SMA, kedua dari Rumah Sakit dan PTPN III."katanya.

Selain membantah, Kepala Tata Usaha dan Maskep PTPN III serta seorang staf yang bernama Sugi menuding limbah tersebut merupakan dari PT SMA. "Dari PT SMA itu limbah. Bukan dari PTPN III."tuturnya dengan pasti.

Koordinator LSM CIFOR Labuhanbatu Raya Muhammad Azhar Harahap ST mejelaskan, warga melaporkan kepada seorang awak media. Dari laporan warga tersebut, langsung ke lokasi sungai yang diduga tercemar. 

"Melaporkan ke wartawan unit Pemkab Labuhanbatu yang merupakan Kepala Biro Labuhanbatu Media Cyber Kemudian, langsung ke lokasi sungai yang diduga tercemar. Tak lama, Tim Dinas Lingkungan Hidup bagian penindakan tiba dan mengambil sampel air. Lalu menelusuri aliran air sampai ke Kasogli tepat dimana aliran air mengarah ke lahan PTPN III. Ya, sampai disitu, Tim Dinas Lingkungan Hidup memanggil pihak PTPN III untuk mengambil sample. Sampai juga menunjukan lokasi penampungan limbah berada dan muaranya."jelas Azhar.

Masyarakat Dusun Bakaran Batu Desa Perbaungan Dimhar Lubis terkait dengan adanya bau limbah di aliran parit dari Kasogli dan mengarah ke rumah masyarakat mengatakan, pencemaran lingkungan dengan adanya limbah dari PTPN III sudah lama. "Karena, berulang kali aliran parit masyarakat yang berawal dari parit warung Kasogli itu. Ya melewati pemukiman warga aliran parit itu."ucapnya.

Aktifis yang sempat bergerak di bidang perburuhan di Kabupaten Labuhanbatu itu menyarankan, agar pihak Pemkab Labuhanbatu melalui Dinas Lingkungan Hidup membongkar Muara yang berada di PTPN III. 

"Untuk lebih jelasnya, pihak Dinas Lingkungan Hidup wajib membongkar muara. Agar mengetahui sumber limbah yang mencemari sungai dan parit masyarakat."ucap Dimhar yang juga sebagai tokoh masyarakat di Desa Perbaungan, Kamis (9/5/2019).

(RD)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar