HMI cabang Dumai : KPU tak Komitmen Sukseskan Pemilu 

Dumai-Pemilu serentak 17 april 2019 harusnya jadi pesta Demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia, tetapi tidak bagi beberapa masyarakat Indonesia khususnya kota Dumai.

Pasalnya hampir seluruh Tps di kota Dumai memberikan laporan bahwa surat suara kurang, dan menunggu anggota-anggota KPU mengambil kembali surat suara ke kantor KPU, ini tentunya menjadi hasil yang buruk dari jalannya pesta Demokrasi masyarakat.

Banyaknya dampak buruk seperti keterlambatan penghitungan suara, masyarakat yang pulang karna lama menunggu, serta masyarakat yang tak memilih karna alasan surat suara kurang menjadi salah satu akibat dari kesalahan itu, dan Andi Qadri Selaku Ketua Umum HMI cabang Dumai juga mengkritik Kerja KPU atas kejadian tersebut.

Andi menyampaikan bahwa " KPU seperti tidak siap dengan sesuatu yang dia inginkan, Jargon AYO MEMILIH yang di gunakan KPU pada pemilihan serentak 2019 ini hanyalah sebuah kampanye politik bak caleg" tutur andi

Andi juga menambahkan " logikanya begini, KPU berkeinginan bahwa semua masyarakat Indonesia khususnya kota Dumai ayo ikut  memilih, tapi ketika masyarakat beramai ramai ikut memilih, mereka tidak siapkan wadah masyarakat tersebut untuk bisa ikut memilih, nah tentu ini sebuah kelucuan dalam demokrasi kali ini, slogan ayo memilih yang di gunakan KPU seperti tidak mereka pahami, dan apa yang terjadi saat ini tentunya mengecewakan perasaan dalam tingginya antusias masyarakat yang ingin memilih"

Andi juga melanjutkan " Bahwa saat ini juga banyak pertanyaan pertanyaan besar kepada KPU tentang Kenapa surat suara bisa kurang di setiap TPS ?, pertama jelas dalam pasal 350 ayat 3 nomor 7 tahun 2017, bahwa setiap surat suara itu akan di lebihkan 2 % persen dari jumlah DPT dan DPTB yang terdaftar, sehingga kalau surat suara kurang, jumlah pemilih yang terdaftar di DPT dan DPTB berarti telah memilih semuanya, tetapi ini malah banyak masyarakat yang terdaftar di DPT dan DPTB tidak dapat kertas suara".

"Yang Kedua, keinginan KPU untuk mengajak masyarakat memilih itu harusnya mereka selaraskan dengan apa yang akan mereka lakukan, yaitu dengan menyediakan surat suara yang cukup di tiap TPS, karena keinginan mereka kan masyarakat beramai ramai untuk ikut memilih, nah sekarang pertanyaan lagi, kenapa surat suara berlebih di letakan di Kantor KPU ? Dimana letak ke transparanan KPU tentang jumlah surat suara di Kota Dumai ? Kalau berlebih di tiap TPS, disana banyak masyarakat, masyarakat bisa jaga, bukan diam diam di simpan di Kantor KPU, emang mau di apain ?" tegas andi.

Andi juga mengatakan bahwa jangan sampai keberhasilan KPU mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam memilih akan kembali menurun karna kekecewaan yang di lakukan oleh KPU sendiri dan berharap pemilihan kali ini berlangsung jujur, bersih, dan adil.

"Jangan nanti karna apa yang terjadi saat ini, keinginan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam memilih itu berkurang, dan sekarang mari kita berharap bahwa kekecewaan masyarakat cukup sampai di sini, dan untuk mengobati kesedihan masyarakat, ayo KPU bekerja Optimal dan Profesional, jujur adil dan berintegritas, jangan sampai masyarakat nantinya jadi marah kalau sampai ada terjadi kecurangan dalam pemilu 2019 ini" tutup Andi (GN).


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar