Artikel

Artikel Pilihan: Memupuk Budi Pekerti

Helmina Sijabat, S.Pd.

Oleh: Helmina Sijabat, S.Pd

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 menjelaskan fungsi Pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; dan tujuan pendidikan nasional untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Bila kita melihat Undang-Undang Bab II Pasal 3 No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mana pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Menurut terminologi, pengertian budi pekerti ialah nilai-nilai perilaku manusia dan diukur berdasarkan kebaikan dan keburukannya lewat ukuran norma agama, hukum, norma tata krama, serta sopan santun, ataupun budaya/ adat istiadat sebuah masyarakat/bangsa.

Kewajiban manusia menjaga budi pekerti.Tidak semudah memijit buah ranti lantas keluar biji. Sejak usia dini perlu dicermati agar tumbuh dan berseri,kelak dewasa melahirkan generasi mulia pribadi sejati.Pendidikan agama sangat memegang peranan penting dalam membentuk karakter peserta didik.Seperti yg terjadi di SMPN 1 Talang Mandau mengalami perubahan sikap yang begitu cepat ke arah yang lebih dominan baik setelah mengadakan berbagai kegiatan bernuansa agama.

Sebelum pelaksanaan proses belajar mengajar disekolah para guru selalu melakukan kegiatan one day one ayat 15 menit sebelum pembelajaran dimulai.Para pendidik juga selalu memasukkan nilai karakter dalam kegiatan proses belajar mengajar.Selain itu kegiatan Rohis (Rohani Islam) dan Rokris (Rohani kristen) juga dilakukan selama 1x dalam satu minggu tepatnya pada hari jumat pagi.
    Kegiatan yang bernuansa agama lainnya diadakan di luar sekolah seperti acara maulid nabi,Isra'mirat yang dilaksanakan oleh guru dan peserta didik yang memeluk agama Islam.Kegiatan Natal dibulan Desember yang dilakukan oleh guru dan peserta didik yang memeluk agama Nasrani.

    Selain itu kegiatan bhakti sosial juga membawa peserta didik peduli akan lingkungan sekitar,seperti menyumbang saat mengalami musibah yang terjadi oleh guru maupun peserta didik yang ada di SMPN 1 Talang Mandau maupun yang terjadi di lingkungan masyarakat sekitar serta di daerah-daerah lain yg mengalami kejadian gempa bumi.

 Sistem pendekatan 5SC bisa diterapkan(senyum, sapa, salam, sopan, santun dan cerdas. Menghargai sesama dengan rasa kasih sayang dengan bersikap dan berbuat yang sopan santun.Melatih keterampilan dan kecerdasan ilmu pengetahuan melalui kegiatan OSN(Olimpiade Siswa Nasional), O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional), dan FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional) dll.

 Dengan mengadakan kegiatan tersebut menghindari peserta didik untuk melakukan hal-hal yang berdampak buruk baginya. Contoh tawuran serta pergaulam bebas.

Berbagai usaha dan upaya telah dilakukan dengan sepenuh hati.Baik yang dilaksanakan orang tua dirumah maupun guru di sekolah.Hal ini dilakukan untuk menjadikan siswa berbudi pekerti lihur.Terwujudnya pribadi yang berbudi pekerti akan menjadikan bangsa ini bermartabat dan juga menjadi bangsa yang kuat.

Coba dibayangkan bila generasi bangsa ini tidak memiliki budi pekerti luhur maka generasi bangsa akan hancur.dan bisa dikuasai bangsa asing.Maka dengan ini hendaklah bangsa ini menjadi bangsa memiliki budi pekerti luhur yang mengikuti nilai nilai yang terkandung dalam pancasila.

Helmina Sijabat,S.Pd merupakan  Kepala Sekolah Aktif SMPN 1 Talang Mandau yang aktif menulis


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar