Tahun 2015, Kerugian Lakalantas Mencapai Rp. 5.864.650.000

Ilustrasi Kecelakaan Lalu Lintas
PEKANBARU, seputarriau.co - Jajaran Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Riau mencatat kerugian materil yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas (lakalantas) periode Januari hingga November 2015 mencapai Rp5.864.650.000.
 
"Jumlah itu merupakan total dari 1.370 kejadian lakalantas sepanjang Januari hingga November tahun ini," jelas Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Guritno kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (23/12/2015).
 
Guritno menjelaskan dari 1.370 kejadian lakalantas itu telah menyebabkan 625 nyawa melayang, 888 korban mengalami luka berat dan 1.163 lainnya mengalami luka ringan.
 
Dia menjelaskan dari 1.370 kejadian lakalantas itu telah menyebabkan 625 nyawa melayang, 888 korban mengalami luka berat dan 1.163 lainnya mengalami luka ringan.
 
Menurutnya, Polresta Pekanbaru merupakan satuan wilayah dengan angka kecelakaan tertinggi dibanding 11 kabupaten kota lainnya se-Riau. "Di Kota Pekanbaru angka lakalantas mencapai 206 kasus atau tertinggi di Riau," jelasnya.
 
Selanjutnya Polres Siak dengan 180 kasus atau menempati urutan ke dua terbanyak dan diikuti Kampar dengan 161 pada posisi ke tiga.
 
Guritno menambahkan lagi, angka kecelakaan terbesar melibatkan kendaraan bermotor roda dua yakni sebanyak 1.566 unit sepeda motor terlibat kecelakaan. Selanjutnya mobil barang pada posisi ke dua dengan 511 kecelakaan diikuti mobil berpenumpang dengan 290 kecelakaan.
 
Tingginya angka lakalantas ini, sebut Guritno, didominasi karena faktor manusianya, sebanyak 1.339 kasus. Dengan rincian, 487 kasus karena kelengahan, 461 kasus karena tidak tertib, dan membawa kendaraan di atas batas kecepatan sebanyak 275 kasus.
 
"Sementara, karena faktor jalan sebanyak 31 kasus, dengan rincian tidak ada rambu sebanyak 13 kasus, pandangan terhalang sebanyak 8 kasus, dan jalan rusak sebanyak 7 kasus," terang Kombes Pol Guritno Wibowo.
 
Dalam kesempatan tersebut, Guritno juga menyebut kalau jumlah pelanggaran lalu lintas di tahun ini mencapai angka 123.502 kasus, dimana 85.885 kasus ditindak dengan tilang, sisanya dengan teguran.
 
Terkait jumlah pelanggaran, Polresta Pekanbaru masih mendominasi dengan 25.729 kasus, disusul Polres Bengkalis dengan 8.650 kasus, dan Polres Dumai dengan 6.562 kasus.
 
"Kendaraan roda dua, truk, dan minibus, mendominasi jenis kendaraan yang melakukan pelanggaran, yakni masing-masing 62.007 kasus, 9.758 kasus, dan 8.949 kasus," paparnya.
 
Selanjutnya, pegawai swasta tercatat sebagai pelaku pelanggaran terbanyak dengan 60.944 orang. Disusul, mahasiswa sebanyak 7.051 orang, dan pelajar 6.349 orang.
 
"Rata-rata, mereka tidak menggunakan helm, tidak membawa surat-surat, dan melawan arus," kata Guritno.
 
 
 
(IS/internet)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar