Artikel : "Fenomena Vertigo Pada Guru"

Frianita Riswandi Gaban, S.Si

Karya:  FRIANITA RISWANDI GABAN, S.Si

Vertigo bukanlah suatu penyakit, tetapi ia merupakan kumpulan gejala yang muncul tiba-tiba atau dalam jangka waktu tertentu. Menurut dokter spesialis syaraf, seseorang yang merasa dirinya baik-baik saja tiba-tiba bisa saja merasakan pusing dengan sensasi berputar. Biasanya juga disertai dengan rasa mual.

Vertigo terbagi dua, yang pertama vertigo periferal, vertigo jenis ini diakibatkan oleh gangguan telinga bagian dalam. Dan yang kedua, vertigo central yang diakibatkan oleh adanya masalah pada otak. Vertigo ini sering menyerang para guru, yang mungkin mempunyai riwayat gangguan telinga bagian dalam atau masalah pada otak.

Masalah pada otak bisa saja dipengaruhi oleh faktor makanan yang berlemak sehingga menyebabkan peredaran darah tidak lancar, kurang minum air putih, kurang berolahraga, dan sering menggunakan laptop atau gadget pada saat bekerja. Gejala umum vertigo bisa ditandai dengan seringnya seseorang merasa seperti sedang ada gempa, atau istilah umumnya "oyong". Gejala ini akan dirasakan dalam jangka waktu tertentu sampai akhirnya menjadi vertigo.

Bagi seorang guru tentu saja hal ini sangat mengganggu. Disaat harus menyelesaikan tugas yang menumpuk, mulai dari menyiapkan skenario pembelajaran, lembar kerja siswa, memeriksa latihan siswa, menyiapkan soal ulangan, menganalisis hasil ulangan siswa, dan tugas-tugas guru lainnya. Belum lagi tugas di rumah masing-masing yang juga menuntut harus segera diselesaikan. Jika vertigo ini menyerang seorang guru, maka tugas-tugas guru tersebut akan terbengkalai dan akan selesai mundur dari waktu yang ditetapkan.

Vertigo dapat dicegah dengan melakukan beberapa gerakan ringan. Gerakan ini sering dilakukan pada saat pemanasan sebelum berolahraga. Gerakannya hanya perlu menggerakkan kepala saja. Mulai dari gerakan menoleh ke kiri dan ke kanan seperti gerakan salam saat diakhir shalat. Gerakan kedua dengan menunduk dan tengadahkan kepala. Dan gerakan yang terakhir dengan cara menekukkan leher ke kiri dan ke kanan. Secara umum gerakan tersebut dinamakan gerakan stretching kepala. Lakukan gerakan tersebut berulang masing-masing sampai hitungan ke sepuluh.

Lakukan gerakan stretching kepala ini sesering dan sesempat mungkin. Jika ada waktu istirahat, maka lakukan gerakan stretching kepala ini. Gerakan ini tidak membutuhkan waktu yang lama, alat tambahan dan untuk melakukannyapun bukanlah suatu hal yang sulit. Gerakannya hanya gerakan biasa yang tidak memerlukan energi ekstra. Efek langsung dari stretching kepala ini dapat mengurangi keluhan sakit kepala, bahkan jika dilakukan rutin setiap hari membuat terbebas dari rasa sakit kepala, pandangan mata jernih dan terang, dan efek lainnya.

Sebagai seorang guru, penulis juga pernah merasakan terserang vertigo. Penulis terserang vertigo pada usia yang relatif muda yaitu diusia 27 tahun. Sampai beberapa waktu yang lalu penulis berusaha untuk mencari informasi tentang cara mengatasi vertigo. Dan alhamdulillah setelah didapatkan informasi ini, dan penulis juga menerapkannya dalam keseharian, melakukan gerakan stretching kepala secara rutin, penulis merasakan kepala lebih ringan dan tidak merasakan sakit kepala lagi.

Frianita Riswandi Gaban, S.Si merupakan Guru di SMPN 14 Dumai, beliau aktif dalam kegiatan literasi di Dumai


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar