Aulia Hospital Diabetes Centre

Upaya Pencegahan Penyakit Gula, Aulia Hospital Hadirkan Senam Diabetes

PEKANBARU, seputarriau.co - Pentingnya menjaga kadar gula dalam darah dan menjaga kesehatan Tubuh agar terhindar dari Penyakit Diabetes, salah satu Upaya Antisipasi diabetes adalah Olahraga, Senam dan jalan Santai bagian dari Pencegahan Penyakit Diabetes, hal ini yang dilakukan Aulia Hospital Pekanbaru kepada masyarakat riau untuk Pencegahan penyakit Diabetes.

Kegiatan Jalan Santai dan Senam Diabets adalah program yang ditawarkan tim Diabetes Center Aulia Hospital yang merupakan bagian dari layanan salah satu  rumah sakit yang berada di Jalan di HR Soebrantas ini. Acara ini bertempat halaman parkir, Minggu, (02/12) 


Hal ini disampaikan oleh Wakil Direktur Aulia Hospital, dr Abdullah Qayyum MM. kepada Awak media,  "Kegiatan hari ini bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat  supaya bisa mengatisipasi penyakit diabetes Disamping itu kami menyediakan pemeriksaan gula darah secara gratis kepada para peserta, "Bahkan Pembagian Doorprize dengan ragam hadiah yang menarik, kepada peserta yang mengikuti Kegiatan Jalan Santai dan Senam Diabetes" singkatnya. 

Satu hari sebelumnya Aulia Hospital mengadakan seminar , Masyarakat tidak sadar terkena penyakit diabetes, diungkap Prof Dr dr Sidartawan Soegondo SpPD-KEMD FACE (Profesor Sidartawan) dalam seminar di Aulia Hospital, Pekanbaru, Riau, Indonesia. Untuk menambah wawasan untuk dokter tentang diabetes, Rumah Sakit Aulia Hospital menggelar Seminar Medis tentang Indonesia Lawan Diabetes di lantai 8 rumah RS Aulia Hospital pada Sabtu lalu (01/12).

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.30 WIB tersebut dihadiri oleh dokter umum dan dokter spesialis sebagai peserta seminar.Dalam seminar tersebut, dibuat 3 sesi, sesi pertama disampaikan oleh Prof Dr dr Sidartawan Soegondo SpPD-KEMD FACE, yang menyampaikan tentang diabetes update. Selanjutnya, pada sesi kedua, dr Rayendra SpPD-KGH dan dr Juwanto SpPD-KKV FINASIM yang menyampaikan tentang komplikasi diabetes. Selanjutnya pada sesi ketiga adalah workshop.

"Misalnya untuk mencegah diabetes, salah satunya adalah kita jangan sampai gemuk. Tapi kita kadang tidak bisa menjalankannya. Dan masih terus adik dengan aktifitas yang sama secara rutin," imbuhnya. Oleh karena itu, ketika tahu ada anggota keluarga yang sakit diabetes, maka yang lain dikatakannya harus waspada, karena besar kemungkinan juga memiliki potensi yang sama.

"Semua pihak harus bergerak. Keluarga kalau sudah tau ada anggota keluarga nya yang diabetes, maka memperhatikan yang kena diobati dan yang belum kena agar jangan sampai kena," ulasnya. Jika sudah bisa melaksanakan gaya hidup sehat di keluarga, maka selanjutnya menurutnya harus terus dikembangkan kepada lingkungan yang lebih luas, "Perbaiki gaya hidup dan saling mengingatkan. Dimulai dari lingkungan keluarga. Kalau kita bisa mengantisipasi dari keluarga, tularkan kepada lingkungan yang kebih luas," tuturnya. Ia juga menyarankan, agar masyarakat melakukan pendeteksian dini, sehingga bisa diantisipasi dari sekarang.

"Saya sarankan, agar lakukan diteksi sejak dini, supaya mereka menyampaikan kepada keluarga, jangan tunggu sampai ada gejala dulu," imbuhnya

 

Gejala yang tudak menakutkan seringkali dikatakannya membuat masyarakat abai, namun ketika sudah terjafi, barulah kemudian menjadi hal yang menakutkan.

"Masyarakat sebenarnya sudah tau tentang penyakit gula. Tapi gejalanya tidak menakutkan. Orang yang makannya banyak minumnya banyak, itu gejala yang tidak menakutkan, tapi orang kalau sudah tau kena gula, baru takut," ujarnya.

 

Sementara itu, di Aulia Hospital juga rutin dilaksanakan senam diabetes setiap hari Sabtu, seperti yang diselenggarakan Sabtu (01/12) pada pukul 07.00 WIB. Hal itu berguna untuk menghindari penyakit diabetes, juga ada beragam latihan atau olahraga yang bermanfaat bagi penderita diabetes, salah satunya adalah senam diabetes, yang dirancang berdasarkan usia dan kondisi fisik penderita. 

Hal itu dianjurkan bagi penderita diabetes untuk melakukan senam diabetes atau olahraga dengan gerakan ringan dan cepat, setidaknya selama 150 menit setiap minggunya, untuk membakar kalori dalam tubuh dan meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin. Senam diabetes dapat membantu menurunkan berat badan yang merupakah salah satu kendala dalam penyakit diabetes, tentunya diikuti dengan pola makan yang sehat. Sebuah studi klinis terkait program pencegahan diabetes mengungkapkan, perubahan gaya hidup dan berolahraga 150 menit per minggu dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga 58 persen.

(Abu/ MN)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar