Tidak Terima Orang Tua Siswa Dengan Arogan Kepala Sekolah, Anaknya Discorsing Dipecat Dari Sekolah

 

MANDAU,Seputarriau.co - Akibat kenakalan remaja yang masih labil tiga siswa kelas tiga SMP Santo Yosep jl. Gajah Mada Sebanga Duri mendapatkan ketidak adilan dari pihak sekolah tempat ia selama hampir tiga tahun menuntut ilmu. 
Awal kejadian ini bermula dari tiga siswa yang ketahuan merokok di luar pekarangan sekolah,sebelum ketahuan merokok siswa ini pernah melakukan kesalahan dengan berkeliling sekolah memakai sepeda motor yang sedang parkir di pekarangan sekolah dengan cara menyatukan kabel motor tersebut,sehingga di tuduh mencuri oleh pihak sekolah. Namun naas tiga siswa yang dianggap telah melakukan kesalahan yang berbuntut di vonis scorsing oleh kepala sekolah malah dari tiga siswa salah satunya dikeluarkan dari sekolah SMP Santo Yosep Duri. 

Akibat kejadian ini salah satu orang tua dari Candra imanuel  tidak terima karena keputusan scorsing ini yang seharusnya dilakukan. Sebelum scorsing seharusnya ada pemanggilan kepada orang tua atau teguran kepada siswa terlebih dahulu,namun kepala sekolah bersama guru kesiswaan langsung memvonis siswa secara arogan untuk di scorsing.

Dari laporan yang di dapat Seputarriu.co dari masyarakat maupun orang tua siswa yang dianggap melakukan kesalahan fatal ini mendatangi dan mengkonfirmasi ke SMP Santo Yosep  untuk berita berimbang agar tidak terjadi kesalah fahaman antara pihak sekolah dengan orang tua siswa yang anaknya discorsing tersebut. 

Saat ditemui Seputarriau.co pada hari pertama yaitu jumat (2/11/18) sekitar pukul 10.00 Wib kepala sekolah Tresia Sugiarti tidak berada ditempat.Dan pada keesokan harinya Sabtu (3/11/18) sekitar pukul 8.00 Wib awak media tidak dapat juga menemui kepala sekolah yang dikatakan guru lain sedang rapat. 

"Beberapa saat kemudian Marida Sitorus selaku guru kurikulum yang mewakili kepala sekolah SMP Santo Yosep mengatakan,dengan kejadian ini biarlah kami dari pihak sekolah yang menyelesaikan dengan orang tua siswa,karna ini masih urusan kami dengan orang tua,ungkapnya saat ditemui di ruangan kantor. 


Mendapati kabar dari pihak sekolah salah satu orang tua dari Candra Imanuel mengatakan, kami sangat menyayangkan keputusan kepala sekolah yang arogan tampa memikirkan nasib siswa.Padahal lima anak saya semuanya bersekolah di sana dan ibunya juga adalah alumni Santo Yosep. 

Santo Yosep adalah sekolah yang bagus dan disiplin yang baik,apabila berhenti sekolah itu adalah kemauan murid itu sendiri karena dunia pendidikan mewajibkan belajar 9 th 2015 dan wajib belajar 12 th 2016.pihak sekolah tidak wajib memberhentikan siswa sekolah apapun bentuk masalahnya, jelas Aron Rumahorbo salah satu orang tua siswa yang anaknya di scorsing kepala sekolah SMP Santo Yosep. 


"Ungkapnya lagi Aron sangat sayang dan bangga dengan sekolah ini karena kelima anak saya menuntut ilmu di sini, dan masih ada dua lagi yang bersekolah di yayasan Santo Yosep ini,namun saya tidak mengerti kenapa kepala sekolah searogan ini. Sepengetahuan saya belum pernah kepala sekolah terdahulu melakukan hal seperti ini yang mengakibatkan siswa di scorsing dan dipecat dari sekolah, Jelasnya.

 

(Dew)

 


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar