Warung Wakaf Awali Pemulihan Ekonomi di Lombok

MATARAM, seputarriau.co  - Membangun kembali Lombok membutuhkan ikhtiar besar berkelanjutan. Selain pemulihan di bidang pemenuhan sandang, pangan, dan papan, pemulihan juga difokuskan pada pembangunan ekonomi. Hal ini mengingat dampak gempa yang terjadi lebih dari dua bulan silam melumpuhkan sendi-sendi perekonomian warga Lombok.

 

Membangun kembali perekonomian Lombok menjadi fokus ikhtiar Global Wakaf  di masa pemulihan pascabencana ini. Ikhtiar ini diwujudkan dengan pendirian Warung Wakaf di sejumlah wilayah di Lombok.

 

Warung Wakaf hadir untuk memberdayakan masyarakat terdampak melalui pengelolaan usaha ritel berbasis wakaf. Warung Wakaf menerapkan sistem ritel yang terkomputerisasi ala usaha ritel modern pada umumnya. Kelompok masyarakat yang diberdayakan oleh Global Wakaf melalui program ini, diamanahkan untuk mengelola Warung Wakaf.

 

 

“Idealisme Global Wakaf melalui penguatan bisnis ritel bertemu dengan kebutuhan masyarakat Lombok. Ini yang sedang kami wujudkan, memulihkan perekonomian warga dengan pengelolaan bisnis ritel berbasis wakaf,” terang Presiden Global Wakaf N. Imam Akbari. Ia menambahkan, untuk penyediaan outlet-outlet Warung Wakaf, pihaknya bekerja sama dengan PT Hydro Perdana Retailindo, korporasi wakaf yang bernaung di bawah Global Wakaf Corporation.

 

Warung Wakaf memberdayakan warga lokal dengan muamalah syariah. Imam memaparkan, hasil pengelolaan Warung Wakaf dapat memberikan manfaat bagi pengurus musala/masjid sebagai pengelola. Selain itu, warga sekitar Warung Wakaf turut mendapatkan maslahatnya melalui rangkaian kegiatan sosial untuk pemenuhan kebutuhan pokok mereka.

 

Dalam jangka panjang, manfaat yang dihadirkan Warung Wakaf bahkan bisa untuk perguliran program-program pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf selanjutnya. Hal ini mengingat Warung Wakaf juga menggerakkan baik penjual dan pembeli untuk berwakaf. “Dana wakaf ini akan kita kelola secara optimal, sehingga hasilnya bisa disalurkan untuk mauquf alaih atau untuk pengembangan program wakaf lainnya,” terang Imam.

 

 

Dalam praktiknya, pengelolaan Warung Wakaf diserahkan sepenuhnya oleh kelompok masyarakat, seperti pengurus masjid dan musala. Global Wakaf berperan sebagai supervisor, mendampingi masyarakat untuk menjaga kualitas pengelolaan yang ideal, mulai dari penyediaan barang hingga sistem yang berbasis syariah.

 

Program Warung Wakaf mendapat sambutan baik dari masyarakat Lombok. Senin (15/10) lalu, penandatangan Nota Kesepahaman antara Global Wakaf dan pengurus musala/masjid sebagai pengelola Warung Wakaf, diadakan. Sementara itu, sejumlah outlet Warung Wakaf mulai dibangun di beberapa wilayah di Lombok.

 

Pada tahap awal, Warung Wakaf akan berdiri di 10 lokasi yang tersebar mulai dari Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. “Sebelumnya, kami sudah mendirikan satu Warung Wakaf di kompleks Integrated Community Shelter (ICS) Gondang. Insya Allah, Warung Wakaf di 10 lokasi yang baru ini akan beroperasi dalam waktu dekat. Karena ini dikelola oleh pengurus masjid dan musala, tentu kami harapkan masjid dapat menjadi pusat kebangkitan umat,” kata Riski.  

 

 

Dedi Haris Sandi, salah satu pengelola Warung Wakaf, optimis bahwa Warung Wakaf akan menjadi penopang ekonomi masyarakat sekitar. Manfaatnya tidak hanya dinikmati masyarakat yang membeli, tetapi juga masyarakat yang memiliki warung-warung kecil di sekitar Warung Wakaf.  

 

“Seperti yang dijelaskan, Warung Wakaf nantinya akan menjual barang dengan harga terjangkau dan akan membina warung kecil lain di sekitarnya. Sehingga tidak akan merasa tersaingi, melainkan saling mengisi,” jelas Dedi, Musala Nurul Huda Peringgasela Kec. Pringgasela Lombok Timur.

 

Dedi juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Global Wakaf karena sudah hadir di Lombok, mulai dari tanggap darurat gempa, pemulihan, hingga masa rehabilitasi ekonomi. “Kami khawatir nantinya akan ada kelangkaan bahan pokok karena banyaknya masyarakat yang membutuhkan secara serentak. Insya Allah, Warung Wakaf bisa membantu,” tutur Dedi.

(rls/ MN)

 


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar