Menanti Kepemimpinan Ulama, Suluh Dalam Kegelapan

PEKANBARU, seputarriau.co  - Ketika hampir robohnya khilafah umawiyah, maka tampillah seorang Ulama yang wara', cerdas dan pemberani. dia lah Khalifah Ummar Bin Abdul Aziz (UAA).

Ketika itu hampir semua elit politik dan penguasa meragukan UAA, karena sepengetahuan orang UAA hanyalah seorang Ulama yang  aktifitasnya dari Mesjid ke Mesjid, memberi tausiah, mengajar ngaji serta bergelut dengan hal-hal  agama Islam. Hasilnya selama kepemimpinan UAA rakyat jadi makmur, sampai susah untuk membagi zakat. Karena susah mencari fakir miskin.

Begitu juga Erdogan Presiden Turki, ketika Turki ditangannya, negara yang hampir ambruk berubah menjadi negara yang disegani duniwi (negara lain*red). pasar-pasar dunia dipenuhi dengan produk-produk Tukri, hal ini disebabkan umaro' nya seorang Ulama yang menerapkan kaedah-kaedah Islam dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Begitu juga dengan Muhammad  Alfatih yang masih muda belia, berumur 22  Tahun, merasa terpanggil untuk menaklukkan Konstatinopel.

Muhammad Alfatih juga seorang Ulama yang sangat dihormati dan banyak lagi goresan sejarah yang bercerita betapa pentingnya Ulama untuk tampil mengakkan kebenaran dan melenyapkan kemungkaran. Karena segenggam kekuasaan lebih berarti dari pada 1000 kebenaran yang diungkapkan dengan lisan.

Dari bumi Riau Sultan Syarif Kasim tidak tanggung menyumbangkan 151 juta gulden untuk  Negara RI dan menyerahkan tahtanya kepada RI. Namun fenomena terkini ketika Ulama akan diusung menjadi Umaro banyak kecebong-kecebong yang melarang Ulama untuk tampil, dengan menggunakan bahasa-bahasa sejuk.

Biarlah Ulama hanya berdakwah, sementara urusan negara biarlah diurus orang lain dan inilah faham sekuler yang memisahkan antara urusan agama dan urusan kekuasaan.

Ketika zaman kolonial Belanda, seorang berkebangsaan Belanda,  Snouck Horgrounje pernah mempelajari Islam dan dia  justru menjerumuskan ummat Islam. Dia menganjurkan Mesjid dibangun dekat makam, akibatnya orang takut ke Mesjid, orangpun jadi malas sholat, dalam kerapuhan iman itulah Belanda bisa memecah belah ummat, akibatnya Belanda pun bercokol sekitar 35 abad.

Diera demokrasi sekarang banyak Horgrounje-Horgrounje atau kecebong-kecebong yang ingin menghambat Ulama untuk tampil. Padahal dengan situasi Indonesia sedang menangis dalam krisis ekonomi, krisis moral, krisis sosial, krisis kepercayaan, WAJIB hukumnya Ulama untuk tampil menyelamatkan bahtera yang hampir tenggelam.

Jika ada suatu pertanyaan," apakah hukumnya jika seseorang tidak mau tampil menyelamatkan negara dan Islam, padahal dia mampu dan mendapat kepercayaan dari rakyat". Biarlah Ulama-Ulama fikih yang menjawabnya. kalau Ulama bisa menjadi suluh dalam kegelapan dan menjadi setetes air ditengah gurun sahara, mana lebih bermanfaat jika suluh itu menjadi mentari yang bisa menerangi dunia, setetes air bisa menjadi  telaga yang bisa menghilangkan kehausan manusia sepanjang zaman.

Dan itu hanya bisa tercipta jika Ulama tampil sebagai Umaro' Dan jika Ulama itu berasal dari Riau, semestinya rakyat Riau pun mendukung dengan full (Sepenuhnya *red), tanpa ragu. Karena betapa banyak Tugas-Tugas di Riau yg tak terselesaikan dan tidak akan selesai.

Katakanlah infrastruktur yang sangat memprihatinkan, embarkasi haji sementara yang selalu dipermainkan, tingkat kemiskinan yang masih tinggi.

Padahal devisa negara ini sebagian besar dari Riau. Inilah peluang emas yang tidak akan mungikn bisa terulang sampai 100 Tahun Lagi. Semestinya kita ikhlas mewakafkan Ulama kondang berasal dari Riau (UAS) untuk tampil menjadi RI 2.

Dengan Harapan Bersama Indonesia jaya, Martabat Islam Terjunjung, Riau terbilang dan gemilang. Dan In Shaa Allah akan tercapai negeri yang baldatun thoyibun warobbun ghofur. Kita bermohon pada Sang Kholiq semoga diberikan yg terbaik untuk UAS, diberikan ketetapan hati untuk menentukan sikap menjelang detik-detik yang di nanti. "Baarakallahufi UAS"

Menanti Kepemimpinan Ulama, Suluh Dalam Kegelapan  (Jeritan hati insan dhoif) 
Oleh: Gamal Abd.Nasir

 (MN)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar