Bundo Kanduang : Dalam Konteks Minangkabau Islam Nusantara Ditolak di Ranah Minang

foto : Ketua Bundo kanduang Sumbar Bundo Reno Raudah

PADANG, seputarriau.co -  Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat, Puti Reno Raudhatul Jannah Thaib Yang Dipertuan Gadih Pagaruyung angkat bicara menyikapi polemik Islam Nusantara (Isnus, red) yang menjadi pembicaraan hangat antara MUI Pusat dengan MUI Sumbar. 

Bundo Reno menjelaskan Konsep perpaduan Adat Basandi Syarak syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) lebih dahulu hadir sebelum zaman kemerdekaan yakni pada abad ke-14 masehi. 

Konsep ABS-SBK yang dirumuskan tokoh Minangkabau dahulunya tidak membenturkan Islam dengan adat Minangkabau, Islam adalah Agama pedoman dan tuntunan umat Islam secara menyeluruh, di mana Adat tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai agama, dan agama menjadi koreksi terhadap adat.

"Islam tidak boleh ada label, jika ada kebudayaan dan kearifan lokal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, maka kearifan lokal itu sendiri harus tunduk pada nilai-nilai agama," tegasnya, Senin (30/7/2018)

Tambahnya, Jika ingin mengembangkan Islam Nusantara silahkan kembangkan di luar minangkabau, jangan paksakan hadir di ranah minang, karena Sumbar sejak abad ke-14 Masehi sudah merumuskan tentang Islam berdasarkan Konsep ABS-SBK. Selama ini kita juga tidak melabeli Islam dengan Islam Minangkabau. 

Sebelumnya Ketua MUI Sumbar bersama MUI kab/kota secara tegas menolak Islam Nusantara dalam rapat koordinasi bidang ukhuwah dan kerukunanan umat beragama belum lama ini.

(ND)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar