Blok Rokan Harga Mati Masyarakat Riau

PEKANBARU, seputarriau.co - Sengketa blok rokan terus bergulir bak bola salju, minyak mentah yang dikandung di dalam perut bumi membuatnya menjadi rebutan Primadona bagi seluruh Pihak. 

Blok yang terletak di Provinsi Riau ini di kelola oleh PT. Chevron selama kurun waktu 70 tahun. Dan blok Rokan masih menjadi wilayah kerja minyak dan gas bumi dengan produksi minyak terbesar di Indonesia dengan jumlah rata-rata produksi 230.170 bph pada tahun 2017.

Lapangan Duri dan Minas ini tetap berproduksi bahkan lebih dari 70 tahun. Keberadaan blok Rokan selama ini telah menjadi salah satu tulang punggung produksi minyak bumi nasional. Bahkan dari situs esdm.com total keseluruhan blok Rokan sebesar 804.000 bph atau sekitar 28%.

Chevron yang selama ini mengelola blok Rokan akan habis masa kontraknya pada tanggal 08 Agustus 2021 mendatang. Chevron pun kembali mengajukan perpanjangan kontrak dan sudah masuk ke kementerian ESDM. Tak Hanya Chevron, Pertamina juga sudah memasukan proposal untuk kembali mengelola blok Rokan. Namun kementerian (ESDM) dinilai tidak akan mudah melepaskan blok Rokan ke pangkuan Provinsi Riau, karena kontribusi secara Nasional Blok Rokan sangat besar, dan Chevron dinilai akan berupaya maksimal untuk mendapatkan kembali blok Rokan. Dan tentu saja hal itu membuat peluang Pertamina semakin kecil dan ditambah dengan adanya Permen ESDM No.23 Tahun 2018.

Narasi diatas membuat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) geram dengan pusat, Lembaga Melayu ini menilai selama 70 tahun Chevron mengelola blok Rokan, tidak ada kontribusi nyata yang dirasakan oleh masyarakat Riau. 

Dalam Diskusi Blok Rokan yang ditaja di Balai Adat Melayu Riau. Turut  hadir pada pertemuan tersebut antara lain Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Datuk Seri Syahril Abubakar, anggota Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Tengku Lukman Jaafar, Sekretaris Komisi C DPRD Riau Suhardiman Ambi, anggota DPRD Riau Bagus Santoso, tokoh Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR), yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Riau Suryadi Khusaini, Ketua DPH LAMR Zulkarnaen Noerdin, praktisi perminyakan, Nawasir Kadir, Ahmiyul Rauf, Panglima Pagar Negeri Bumi Riau, Tengku Meiko Sofyan, Perwakilan dari Ormas Pemuda serta perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai Kampus di Riau. 

Ketua Dewan Pimpinan Harian LAM Riau Datuk Seri Syahril Abubakar mengatakan LAM Riau akan memimpin perjuangan rakyat Riau untuk merebut blok Rokan yang selama ini di kelola oleh perusahaan asal negri pamansam tersebut. 

"Sesudah rapat pada malam hari ini, LAM akan memimpin perjuangan dengan bantuan dari seluruh elemen yang terkait baik itu suku Melayu ataupun bukan suku Melayu. Karena ini kita berjuang nya bukan untuk suku Melayu saja, tapi untuk seluruh masyarakat Riau,"ucap Datuk Seri Syahril pada Malam Jumat (26/07).

Menyangkut blok Rokan, LAM Riau akan merebut blok Rokan dari tangan Chevron dan meminta pemerintah pusat menyerahkan blok Rokan kepada masyarakat Riau yang selama ini di kelola oleh asing. 

"Masyarakat Riau memiliki SDM yang memadahi, jika anak-anak Riau yang ada disini tidak bisa mengelola. Akan kita panggil anak-anak ahli minyak Riau yang ada di luar negri untuk mengelola blok Rokan. Karena ini bukan minyak yang diolah dari nol," ucap Syahril. 

Sambung Syahril,  " Area blok Rokan sendiri masih terdapat banyak tanah ulayat dari peninggalan para sesepuh adat yang di prediksi mencapai ribuan hektar. Dan 80% blok Rokan ini adalah tanah kerajaan siak", Tambahnya.

Data yang di dapat dari selebaran yang diberikan oleh LAM Riau point utama dari isi Permen ESDM No. 23 Tahun 2018 ini adalah Pertamina bukan lagi menjadi prioritas utama untuk menerima blok migas yang habis kontrak, hal tersebut tertuang pada pasal 2 yang menunjukkan bahwa Pertamina tidak lagi menempati urutan pertama untuk menerima blok Migas yang sudah habis kontrak walaupun pasal 2 ini masih menjadi perdebatan.

Syahril menghimbau untuk seluruh masyarakat Riau agar turut serta berjuang bersama-sama untuk memperjuangkan yang selama ini masyarakat Riau inginkan. 

“LAMR siap menjadi garda terdepan, karena ini adalah perjuangan untuk masyarakat rakyat Riau. Saya juga berterima kasih kepada seluruh elemen yang sudah bersama-sama berjuang. Dan dengan mengucapkan bismillah, Gerakan Menuntut Blok Rokan Dimulai,” pungkasnya.

"Dan hasil pertemuan yang dilakukan dengan penuh rasa kekeluargaan ini telah disepakati pembentukan tiga tim. yaitu tim kajian akademis, tim hukum, dan tim lapangan yang beranggotakan orang-orang yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing" , Tutup Datuk Syahril.

(HERI)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar