DLH Bengkalis Vakum Tanpa Suara, Tutupi Kejanggalan Tercemarnya Limbah Akibat PT.SIPP

DURI, Seputarriau.co - Adanya permasalahan Pabrik Kelapa Sawit PT. SIPP (Sawit Inti Prima Perkasa) yang belum selesai dan tidak memenuhi ketentuan perizinan ternyata masih beroperasi, dimana Limbah Cair B3 kuat dugaan dibuang ke Sungai pada saat hujan turun.


DLH Kabupaten Bengkalis diduga ada main mata dengan pengusaha, dengan tidak adanya tindakan, malah terkesan mengulur waktu pada perusahaan.

Walau secara Media/publik mencuat namun Dinas Lingkungan Hidup dan DPRD Komisi I vakum tanpa suara.


Ketua LSM LPPAN RI (Lembaga Pengawasan dan Pemamfaatan Asset Negara) Amir Mutalib (Legal Cervice) dan IKWADI (Ikatan Keluarga Wartawan Duri) sudah melayangkan surat terkait laporan dari masyarakat setempat. 


"Berdasarkan penyampaian dari Warga, yang melakukan Demo beberaharu yang lalu, surat untuk beberapa Instansi sudah kita layangkan, surat yang disampaikan berkaitan dugaan tidak lengkapnya perizinan dan dampak lingkungan yang ditimbulkan pada masyarakat sekitar," Tandas Amir Mutalib didampingi Edi Nurat (ketua IKWADI).

 

PKS PT SIPP yang terletak di KM 6 jalan Rangau, Kecamatan Mandau, telah beroperasi lama dengan membuang limbah B3 ke Sungai, melalui parit yang mereka buat sehingga mengakibatkan bau busuk dan habitat ikan punah, mulai dari aliran parit ke hilir.


Setelah ditelusuri Sepertinya diketahui aliran Sungai ini menuju Jembatan II Sungai Jurong, Sungai Jurong sampai saat ini merupakan  tempat mata pencaharian Suku Sakai yang berada di daerah jurong.


Warga setempat bernama Rustami (52 Tahun) sebelum pabrik beroperasi kerap memancing setiap sore hari dan lokasi memancing ramai banyak diminati warga di jembatan yang berada di bawah areal pabrik.

"Hasil tangkapan pun berpariasi seperti  ikan Lele, Ikan Gabus, Ikan sepat  dan ikan Sapu-sapu," ungkap ibu paruh baya tersebut. 

"Sekarang kalau mau mancing ya ke hulu, lewat parit itu, kalau ke hilir bawah nggak ada ikannya," ujar Rustami tanpa berani menjelaskan sebabnya, kamis Lalu (26/07/18).


Kabag Pengawasan DLH Kabupaten Bengkalis Wahyuddin saat dikonfirmasi melalui seluler, beralasan belum pernah mendengar persoalan dan belum menerima surat pengaduan dari masyarakat (LSM).


Namun Wahyuddin saat di konfirmasi via telpon mengatakan,  kalaupun parit ditutup terbukti melakukan pencemaran akan ditindak tegas, akan tetapi saya pelajari dan tanyakan ke staf dulu, ujarnya.


"Dalam waktu dekat kita akan cros cek lapangan, sample kalau bisa diambil," Terangnya lagi. 

 

Menyimak jawaban Kabid Wahyuddin, telah berbohong tentang ketidaktahuan tentang persoalan Pabrik SIPP ini.


Agus dari manajemen perusahaan, pernah menyampaikan, pihaknya telah dipanggil DLH dan minta beritanya jangan dinaikkan dulu.


Sejak itu terungkap Perusahaan berusaha menghilangkan jejak dengan menutup parit yang mereka buat, tentunya atas andil dari DLH yang mengulur waktu pemeriksaan ke Perusahaan tersebut.

(DEW) 


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar