Bawaslu Provinsi Riau Direndung Duka

PEKANBARU, Seputarriau.co -  kekecewaan yang mendalam sedang di alami Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau. 

Pasalnya Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Nur Azmi Hasyim dan ajudan Adi Purnawan, yang menjadi terdakwa dalam tindak pidana Money Politic (politik uang) divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bengkalis, Jum'at (8/6) petang.

Putusan bebas terdakwa langsung dibacakan oleh majelis hakim Dr. Sutarno, didampingi dua hakim anggota, yaitu Wimmi D. Simarmata dan Mohd. Rizky.

Perkara keduanya dianggap majelis sudah kedaluwarsa atau melampaui limitasi waktu hingga dinyatakan gugur dan melepaskan Nur Azmi dan ajudan pribadinya Adi Purnawan.

Putusan itu sendiri jauh dari tuntutan JPU yang menuntut keduanya 42 bulan kurungan penjara, denda sebanyak Rp. 200. 000.000,00 atau subsider 1 bulan kurungan.

Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Rusidi Rusdian mengungkapkan kekecewaan nya kepada majelis hakim yang memimpin persidangan. 

"Bawaslu Riau berduka dengan adanya keputusan ini". Ungkapnya saat dihubungi melalui media sosial Whatsapp. 

Untuk mempertanyakan keputusan hakim yang dinilai kontoversi terebut, Rusidi mengaku dalam waktu dekat Bawaslu akan mengajukan banding. 

"Kita akan banding dan melaporkan hakimnya ke Komisi Yudisial, ke Presiden RI, ketua MA, dan ke DPR RI. Kita akan banding untuk menguji alasan hakim". Tegasnya. 

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Iwan Roy Charles juga menyatakan akan melakukan banding, "banding lah, tanggal 21 besok kita nyatakan akan mengajukan banding". Tutupnya.

(HERI)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar