Pohon Peneduh Jalan Rusak

Kabid Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Berikan Komentar

PEKANBARU, seputarriau.co - Dua tahun belakangan ini di kota Pekanbaru masih banyak terjadi penebangan, pemotongan dan pembasmian menggunakan racun pohon-pohon peneduh jalan yang diduga terjadi secara sengaja. Kasus terbaru terjadi di depan kantor pusat DPW PDIP Provinsi Riau.
 
Dua batang pohon yang berguna sebagai peneduh jalan di Jalan Jend. Sudirman dimusnahkan dan diracun oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Hal ini sudah terjadi satu bulan yang lalu dan belum ada penaggulangan yang dilakukan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru.
 
"Tidak tahu siapa yang membunuh batang tersebut, dan saya tahu sudah satu bulan yang lalu batang tersebut dibunuh, dan alasanya untuk memasang baliho," Ujar Zulkifli (45) salah seorang pedagang bahan bahkar eceran yang tepat berada di samping pohon tersebut.
 
Terkait hal tersebut, seputarriau.co Senin (07/12), mencoba menemui Masdahuri selaku Kabid Pertamanan dan Penerangan Jalan Raya.
 
Masdahuri mejelaskan, pihaknya sudah mengetahui hal tersebut satu bulan yang lalu dan mendapatkan informasi dari Camat dan kelurahan setempat dan sudah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk tindakan lebih lanjut.
 
"Masalah tersebut sekarang sedang kami selidiki dan sudah kami serahkan kepada pihak berwajib, selain itu kami juga masih menunggu sampai pihak kepolisian menetapkan siapa pelaku yang membunuh batang peneduh jalan tersebut, dan kami mendapatkan informasi ini dari Camat dan Lurah setempat", Paparnya.
 
Ditambahkannya lagi, kejadian tersebut bukanlah yang pertama terjadi. Penebangan, pemotongan dan pemusnahan menggunakan racun juga terjadi di tempat lainnya.
 
"Kejadian tersebut tidak hanya di satu jalan, ada beberapa tempat yang pohon-pohon tersebut sengaja dibunuh dan diduga demi kepentingan pribadi", Tambahnya.
 
Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang dibantu oleh pihak kepolisian sejauh ini masih terus mencari siapa pelaku pengrusakan lingkungan yang terjadi di Wilayah Kota Pekanbaru dan berjanji akan menindak tegas pelakunya.
 
"Apabila sudah ditemukan pelakunya, kita akan menindak tegas dan memberikan sangsi berupa Surat Peringatan (SP) satu sampai tiga, denda dan sangsi lainnya", Tutupnya.
 
(ATP)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar