KNCI-Riau Minta Pusat Batalkan Kebijakan Pembatasan Registrasi 1 NIK 3 kartu

Potensi Kerugian Counter HP se-indonesia Bisa Capai 8 Trilliun


Dibaca: 66 kali 
Senin,02 April 2018 - 21:02:20 WIB
Potensi Kerugian Counter HP se-indonesia Bisa Capai 8 Trilliun
PEKANBARU, seputarriau.co - Ratusan pedagang pulsa/ HP yamg tergabung dalam Kesatuan  Niaga Celluler Indonesia (KNCI) Provinsi Riau, Senin Siang (02/04) mendatangi gedung DPRD Riau.  Kedatangan dalam menyampaikan aspirasi untuk diteruskan ke Pemerintah Pusat minta dibatalkannya kebijakan pembatasan registrasi 1 NIK 3 kartu.
 
Massa yang datang dari perwakilan seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Riau ini disambut oleh Ketua Komisi II DPRD Riau, Maamun Solihin, Sekretaris Komisi II, Mansyur HS dan beberapa anggota seperti Lampita Pakpahan, Eva Yuliana, James Padaribu dan Sulastri di ruang Konisisi II DPRD Riau.Disampaikan oleh Ketua rombongan aksi yang juga Ketua DPD KNCI Riau, Wahyudi secara rinci mengenai makaud kedatangan, dengan kebijakan KOMINFO yang membatasi registrasi 1 NIK 3 kartu, sangat berdampak besar terhadap usaha yang digelutinya.  
 
Karena stok barang yang sydah dibeli tidak dapat dijual kenbali karena sudah diblokir.
 
"Jumlah konter yang ada di Riau mencapai 23 ribuan, dengan estimasi 1 konter ada 250 pcs kartu perdana dengan modal 25 ribu per pcs.  Maka kerugian per konter mencapai 7 hingga 10 juta, kalau ditotal jumlah konter yang ada di Riau, kerugian mencapai Rp 100 milyar dan kalau dikalikan se Indonesia kerugian mencapai Rp 8 triliun," jelasnya.
 
Dengan besarnya kerugian yang dialami oleh konter disebutkan lagi oleh Wahyudi, akan terjadi penutupan usaha besar-besaran yang berimbas pada pengangguran dan lesunya pertumbuhan ekonomi.
 
"Kami minta pada Anggota Dewan untuk sampaikan ke Pusat untuk membatalkan pembatasan registrasi 1 NIK 3 kartu ini," Menyikapi apa yang jadi aspirasi Komisi II DPRD Riau beri apresiasi dan berjanji akan menindaklanjutinya ke Pusat.  
 
"Kani akan segera melakukan rapat intern dalam menyusun langkah yang akan diambil.  Bisa saja nanti kita akan langsung nendatangi Kementerian terkait atau lainnya dengan melakukan vidio call.  S
 
Sehingga akan diketahui permasalahan dan solusi," sebut Maamun Solihin. Lain lagi yang disampaikam Eva Yuliana.  Menurutnya Komisi II langsung tanyajan ke Pusat dengan mengikutserrtakan Ketua KNCI.  Sehingga seluruh permasalahan jadi dikwtahui semua.  "Paling tidak ada solusi yang didapat nanti," sebutnya dengan berharap.

BERITA TERKINI
BERITA POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Naga Sakti Kompleks Griyo Puspito Blok B-6 Panam Pekanbaru
Email: rme.seputarriau.co@gmail.com
DOWNLOAD APP SEPUTARRIAU.COM