Legislator Riau : Harga Pertalite Harusnya Lebih Murah dari Daerah Lain

Ilustrasi Pertalite
PEKANBARU, seputarriau.co - Pihak DPRD Riau untuk saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan pembahasan mengenai revisi Perda Pajak Daerah terkait menurunkan harga pajak Pertalite.  Untuk saat ini pajak Pertalite 10% sehingga harganya tinggi mencapai Rp 8.000 per liter. 
 
Anggota DPRD Riau, Husaimi Hamidi menginginkan kalau harga Pertalite di Riau lebih murah dari daerah lain.  Karena Riau merupakan daerah penghasil minyak, bahkan dikenal dengan daerah " Di atas minyak di bawah minyak "   Apalagi Pertalite saat ini sudah jadi konsumsi umum karena Premium mau dihilangkan.
 
"Kita ini daerah penghasil minyak, jadi harga Pertalite harus murah dari daerah lain .  Malu kita sama masyarakat kalau lebih mahal.   Dulu bolehlah karena hanya konsumsi orang tertentu saja.  Sekarang sudah untuk umum karena Oremiun sudah lanka," sebutnya saat dikobfirmasi, Selasa (13/03/2018) di ruang kerjanya Fraksi PPP.
 
Sementara itu saat dikonfirmasi berapa persen pajak yang diinginkan, Anggota Komisi V Dapil Rokan Hilir ini menyebutkan harus 5%,  Sehingga harganya bisa berkisar Rp 6.000 atau Rp 7.000 perliter.  
 
"Kalau kita pilih sekitar 7 atau 7,5%, itu masih sama dengan daerah lain seperti Sumbar," sebutnya juga. Sebagaimana yang sudah diberitakan, Perda yang direvisi tersebut adalah Perda No 04/2016 tentang Pajak Daerah.   
 
Dimana hanya merubah satu  pasal saja yaitu pasal 24 pada ayat 2. Sebelumnya disebutkan pajak sebesar10% dirubah menjadi pajak paling tinggi 10%.
 
(MN/ MCR)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar