Petugas Kebersihan Minim, Dampak Lemahnya Pengelolaan Sampah di Selatpanjang Mengakibatkan Banjir

SELATPANJANG, seputarriau.co - Sistem pengelolaan sampah menjadi salah satu persoalan yang harus segera dituntaskan di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Apalagi setiap tahunnya Pemerintah Daerah menggelontorkan dana sebesar 40 Miliar rupiah hanya untuk urusan sampah.
 
Sorotan terhadap masalah pengelolaan sampah itu diungkapkan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim, saat memimpin Musrenbang tingkat Kecamatan Tebing Tinggi, di Aula Kantor Camat, Jalan Rumbia, Selatpanjang, kemarin.
 
"Kedepan saya harap masalah sampah ini dijadikan program prioritas untuk dituntaskan, sebab dengan tuntasnya masalah sampah akan memberikan dampak positif kepada penuntasan masalah lainnya," ujar Wakil Bupati.
 
Dicontohkannya, jika permasalahan sampah dapat dituntaskan, maka masalah banjir yang diakibatkan oleh menumpuknya sampah diselokan juga dapat diatasi."Jika banjir teratasi maka kesehatan masyarakat meningkat, anak-anak dapat sekolah, taraf pendidikan menjadi naik, semangat kerja dan produktifitas masyarakat meningkat. Begitu juga kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
 
Sementara itu, besarnya alokasi anggaran urusan sampah di daerah ini ternyata belum menjamin kesejahteraan petugas kebersihan. Pemilik akun facebook Anugrah Sukma Putra kepada jurnalis media ini mengungkapkan, petugas kebersihan di Meranti masih minim peralatan kerja yang memadai.
 
"(Petugas) Kebersihan Kepulauan Meranti masih minim peralatan tempur di lapangan, seperti sarung tangan, serta tidak ada biaya pengobatan dan biaya kesehatan kebersihan," ungkapnya.
 
(MN/ MCR)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar