Aliansi Mahasiswa Bengkalis Tolak Peresmian Rumah adat Batak di Duri

DURI, seputarriau.co – Aliansi mahasiswa Melayu kabupaten Bengkalis yang terhimpun dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bengkalis dengan tegas menolak peresmian rumah adat Batak di Jalan Rangau, KM 7 pada Sabtu,(3/3/2018) serta mendukung sepenuhnya aksi penolakan yg di lakukan oleh LAMR kec. Mandau, LAMR kec bathin solapan dan tokoh masyarakat Melayu pada hari yang sama di gedung LAMR kec. Mandau.

Adapun Koordinator setiap kecamatan terdiri dari :

1.Korcam bathin solapan : Iwan Sakai
2.Korcam bukit batu : Fahmi laksamana
3.korcam talang muandau : rudi
4. Korcam bandar laksamana : muhammad nuh
5. Korcam siak kecil : firdaus efendi
6. Korcam Rupat Utara : M.Rafidi
7. Korcam Rupat : Junaidi
8.korcam Mandau : Abdul fais
9. Korcam pinggir : Rian Gustian
10.korcam Bengkalis : Malik Al Ghani

Iwan sakai kordinator mahasiswa Melayu kecamatan bathin solapan kab Bengkalis mengatakan Kami sangat menyayangkan sikap dari saudara kita suku Batak yg mana telah melanggar risalah yg di keluarkan oleh LAMR yg mana LAMR telah mengeluarkan risalah musyawah penolakan peresmian rumah adat Batak Provinsi Riau yang dilaksanakan oleh Yayasan Raja Tawar Mula Jadi, Sadar lah wahai saudaraku suku Batak bahwasanya kami suku Melayu masih mempunyai payung adat yg yg harus di patuhi sebagai mana kita hidup bersuku dan beragam adat, oleh karena itu hargai lah peraturan peraturan adat di daerah saudara tinggal.

Fahmi laksmana kordinator mahasiswa Melayu kecamatan bukit batu kabupaten Bengkalis menambahkan Kami mendukung sepenuhnya sikap dari LAMR untuk menolak diresmikan nya rumah adat batak yayasan raja tawar mulajadi di jalan rangau km 7 dikarenakan bertentangan dengan tunjuk ajar melayu dan Perda Provinsi Riau. sikap ini bukan berarti kami mendeskriminasi suku batak, namun sebagai anak jati Riau kami berkewajiban menjaga warisan nenek moyang kami suku melayu riau serta kami berkewajiban mensukseskan visi Riau The Homeland of melayu.

Abdul fais kordinator mahasiswa Melayu kecamatan Mandau mengatakan Kami sangat mendukung penolakan terhadap keberadaan rumah adat suku Batak. yang berada di km 7 rangau kelurahan pematang pudu kecamatan mandau Ini sangat tidak bisa kita diamkan, Karena ini sangat mengganggu eksistensi daripada masyarakat adat Sakai umumnya dan Melayu pada khususnya. Kami sangat menghargai apa yang telah diperbuat yayasan tersebut, untuk mempromosikan budaya Batak di negeri kami. Tapi, alangkah bijaknya bangunan itu disebut rumah balai Batak sebagai tempat untuk menjalin silaturahmi sesama warga asal Batak. Bukan rumah adat Batak yg di resmikan di tanah Melayu bumi lancang kuning kecamatan Mandau kab Bengkalis.

Firdaus Efendi koordinator mahasiswa Melayu kecamatan Siak kecil kab. Bengkalis mengatakan Sangat menyayangkan atas akan di resmikannya rumah adat batak yayasan raja tawar mulajadi di tanah melayu,tepatnya di kec.mandau, Maka dari itu demi menjaga rasa persatuan dan kesatuan antar etnis di tanah melayu riau. Dengan ini juga kami mendukung penuh langkah2 penolakan yang di ambil oleh LAMR.

Rian gustian koordinator mahasiswa Melayu kecamatan pinggir kab. Bengkalis. Mengatakan " sangat di sayangkan dimana ada peresmian rumah ada batak yang berada di kecamatan mandau, dengan hal ini berarti riau sudah kehilang satu marwah melayu yaitu 'dimana bumi dipijak di situ langit di junjung. Maka dari itu kami selalu siap untuk mempertahankan marwah melayu oleh dari itu kami mendukung penuh penolakan yang dilakukan oleh LAMR.

Begitu pula pernyataan pernyataan kordinator mahasiswa Melayu kabupaten Bengkalis yang lain Nya, kami sangat mendukung sepenuhnya penolakan terhadap peresmian rumah adat Batak yang akan di resmikan pada tanggal 3 Maret 2018.

“Dimana bumi di pijak di situ langit di junjung Tak kan hilang Melayu di bumi”.

(DEW)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar