Massa LAM Riau Protes Larang Rumah Adat Selain Melayu di Bumi Lancang Kuning

DURI, seputarriau.co - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau mendatangi Jalan Rangau, Kilometer 7, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau. Mereka memprotes pendirian rumah ada selain rumah ada suku melayu saja.

Kehadiran massa ini Sabtu (3/3/18) pagi tadi gabungan massa yang berasal dari Lembaga Adat Melayu se Propinsi Riau. Memprotes adanya rumah adat selain adat melayu di Bumi Lancang Kuning.

Dilansir dari riauterkinicom, pihak kepolisian mengerahkan aparat bantuan dari Polres Bengkalis, Dumai dan Rohil untuk mengamankan amukan massa dari beberbagai daerah.

"Kami hanya minta hak kami. Jangan ada rumah adat selain melayu di bumi melayu ini," ujar Ketua LAMR Mandau, Datuk Dzulfikar Indra saat berorasi dititik gedung LAMR Mandau di Simpang Pokok Jengkol hingga ke tempat acara pelaksanaan rumah adat Batak di Duri tersebut.

Pantauan dilapangan, amarah massa LAMR tersebut tampak semakin memuncak dan nyaris bentrok dengan mempersenjatai diri dengan kayu dan benda tajam dikarenakan pemilik rumah adat membuat acara syukuran pembentukan Yayasan Raja Mula Tawar Jadi itu terus melakukan aktivitas peresmian meskipun izin keramaiannya tidak diberikan pihak kepolisian.

Keuletan Kapolres Bengkalis, AKBP Abas Basuni dengan harus berlari kesana dan kemari meredam emosi kedua belah massa yang telah terbakar emosi akhirnya berbuah manis. Kerja keras Kapolres akhirnya membuat massa LAMR mundur teratur dan berjanji akan membubarkan acara peresmian tanpa syarat apapun.

"Saya berjanji. Tidak akan ada aktivitas lagi pada acara itu. Jika tetap dilanggar, saya taruhannya. Saya minta massa bubar,"himbau Kapolres Bengkalis sembari dilapis beberapa pleton Shabara dari tiga Kabupaten dan Kota.

Tepat pukul 12.30 WIB, setelah mendapatkan kepastian akan dibubarkannya acara tersebut, ribuan gabungan massa LAMR akhirnya mundur teratur dan kembali ke gedung LAMR. Hingga berita ini diturunkan, massa masih berkonsentrasi penuh digedung LAMR Kecamatan Mandau di Simpang Pokok Jengkol sembari menunggu realisasi dari pihak Kepolisian yang menjamin acara tersebut tidak berlanjut.

Hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi resmi dari pemilik rumah adat yang diubah menjadi Yayasan, Raja Tawar Mula Jadi, Nursita Br Nainggolan.

(MN) sumber riauterkinicom


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar