Proyek turap 2017 terbengkalai di desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan

Pemborong Tak Jelas “Proyek Turap 2017 Terbengkalai"

DURI, seputarriau.co - Melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) di desa atau kelurahan hingga kecamatan menembus kabupaten, perjuangan untuk mendapatkan pembangunan bagi masyarakat di wilayah desa dan kelurahan serta kecamatan di peroleh tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Selain butuh dukungan kuat dan semangat warga di desa atau di kelurahan yang berada di dalam lingkungan RT dan RW tingkatan desa dan kelurahan hingga dukungan anggota dewan Kabupaten Bengkalis untuk mewujudkan keinginan masyarakat agar dapat diloloskan pembangunan fisiknya.

Demikian juga, fisik pembangunan turap yang ada di seputaran kawasan desa Air Kulim tahun pengusulan 2016 untuk pembangunan 2017, tentu telah melalui rangkaian dan proses yang panjang bahkan berliku untuk melayani berbagai kepentingan penduduk.

Menurut Syahril, warga sangat membutuhkan turap agar debit air datang dari sentral aliran lain dapat normal dan mengalir di kanal yang berada tidak begitu jarak dengan rumah masyarakat.Tentu pembangunan yang diusulkan 2016 tahun penempatannya 2017 akan memberikan solusi bagi masalah aliran derasnya air.

Namun proyek itu kini terlihat tidak dikerjakan sama sekali oleh pihak pemborong bahkan terkesan dibiarkan begitu saja tanpa ada kejelasan untuk dilanjutkan pembangunannya.

Ketika hal ini ditanyakan kepada kepala desa Air Kulim, Syahril MR, Selasa Lalu (30/1) mengatakan turap tidak diketahui dengan pasti penyebab tidak dilanjutkan pekerjaan turap oleh pihak pemborongnya sebab sejauh ini tidak ada koordinasi dari pihak pemborong pekerjaan di lapangan baik itu kepada ketua RT dan RW bahkan desa.

Dikatakannya rumah masyarakat sangat padat dan kondisi fisik belum dilanjutkan pembangunannya dan turap sangat dikuatirkan akan membuat terjadinya erosi dan rumah masyarakat terseret atau ambrol ke dalam kanal.

“ Kita kuatir terjadi erosi rumah warga sebab kanal yang ada belum selesai dikerjakan sehingga rumah warga bisa saja ambruk sewaktu-waktu jika tidak dikerjakan. Jaraknya tidak begitu jauh dari sudut rumah warga dengan turap,” Tukasnya.

(DEW)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar