Revolusi Mental Muara Pendidikan Modernisasi

Foto :Kepala SMPN 04 Talang Muandau, Aroma Yoshi SPd MPd

PEKANBARU, seputarriau.co - Suka atau tidak revolusi mental akan terjadi akibat sebuah proses yang telah terjadi di waktu sebelumnya terlebih memasuki era sebuah globalisasi yang akan bermuara kepada fase modernisasi yang akan memberikan dampak dan pengaruh kepada elemen rakyat Indonesia.

Pengaruh disorientasi akan menyentuh pejabat satu daerah atau pemimpin maupun masyarakat luas hingga jejaringan kelas menengah ke bawah.

Selaku anak bangsa yang punya kepribadian hebat itu di mana sejak zaman dahulu kala di masa kehidupan nenek moyang yang ada dan hidup di dekade zamannya mempunyai pribadi yang beradab yang menjunjung tinggi kasanah dan nilai budaya dengan keramahtamahan terukir indah di sanubari anak-anak bangsa dunia bahkan diakui sebagai negara yang penuh nilai-nilai kemanusiaan.

Perkembangan zaman yang terus mengikuti rona kebutuhan hidup umat manusia dari satu periode hingga fase kehidupan berikutnya akan menggeser karakter anak bangsa bahkan terjadi perubahan besar melalui evolusi waktu.

Jika perubahan yang terjadi dalam lingkaran yang melahirkan semangat positif tentu akan memberikan pertumbuhan besar bagi era perkembangan suatu masa namun jika terjadi nilai-nilai negatif dapat dipastikan akan berwujud ke satu keadaan yang memprihatinkan sebuah keadaan pada kehidupan anak bangsa.

Terjadinya kompetisi ketat sesama dalam mempertahankan martabatnya dan sebuah eksistensi maka peristiwa saling menjatuhkan dan sikut menyikut menjadi bagian yang punya peranan besar pada diri manusia itu sendiri dalam menuju tangga kekuasaan.

Tentunya pembentukan sebuah peradaban besar dengan sikap moral yang memiliki etika budi diharapkan akan membentengi individu dari percaturan dan persaingan yang saling menggorok kesempatan dan nilai kebenaran.

Menjaga diri dari percekcokan yang berhulu kepada perkelahian dengan melahirkan perbuatan kriminalitas besar bahkan pembunuhan atas kelemahan yang tertindah bahkan menjamurnya penjahat kerah putih terbungkus apik dalam kemeja yang berkilau yang dilakukan mereka yang mendapatkan amanah sebagai leader sebuah pemimpin satu daerah menjadi kupasan kuli tinta baik cetak dan online bahkan televisi.

Pihak yang diberikan kewenangan untuk tegak dengan kuat dan kokoh untuk menegakkan kebenaran dan kasanah hukum dengan pencegahan sebuah bentuk kejahatan di tengah kehidupan sebuah daerah diharapkan tidak terseret dalam arus sebuah kubangan pelanggaran hukum dan sebuah kebenaran hakiki.

Pendidikan modernisasi yang bermuara melahirkan para pemimpin dari kasta terendah dengan sikap jumawa harus di mulai dengan gerakan sebuah realigment untuk menciptakan kembali nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia melalui revolusi mental sebagaimana digadang-gadangkan Presiden RI melalui kerangka pembangunan karakter bangsa yang kuat.

Pendidikan yang berjalan dialurnya dengan pembentukan karakter bangsa yang dilaksanakan secara bertahap dengan proses yang membutuhkan waktu dengan sebuah pendidikan yang mempunyai nilai-nilai dan norma sebuah kehidupan bangsa Indonesia yang punya histori sejarah besar di masa lalu bahkan pengalaman pemimpin dan tokoh besar negeri yang hidup di masa terdahulunya.
(ND)

 


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar