Ditemukan Bukti Transfer Mengalir ke Kepala Pengamanan Rutan Kelas II-B Sialang Bungkuk


Dibaca: 342 kali 
Sabtu,03 Juni 2017 - 15:34:03 WIB
Ditemukan Bukti Transfer Mengalir ke Kepala Pengamanan Rutan Kelas II-B Sialang Bungkuk Foto : Rutan Kelas II Sialang Bungkuk Kota Pekanbaru
PEKANBARU, seputarriau.co - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menetapkan Kepala Pengamanan Rutan Kelas II-B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Taufik, menjadi tersangka dalam kasus pungutan liar atau pungli di Rumah Tahanan Klas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru.
 
"Setelah melakukan gelar perkara, maka ditingkatkan status saksi T menjadi tersangka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo, Sabtu, 3 Juni 2017.
 
Sebelumnya Polda Riau menetapkan dua staf rutan sebagai tersangka dalam kasus pungli  Rutan Pekanbaru. Menurut Guntur, berdasarkan keterangan saksi-saksi serta dua tersangka sebelumnya RR dan RK, penyidik menemukan bukti awal keterlibatan taufik dalam perkara ini. "Ada bukti transfer dan dokumen dari keluarga narapidana kepada pelaku," ucapnya.
 
Nama Taufik sebenarnya sejak awal sudah muncul ke permukaan. Taufik disebut-sebut sebagai dalang praktek pungli saat Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mendengarkan keluhan para napi pasca-peristiwa napi kabur sebanyak 473 dari Rutan Sialang Bungkuk.
 
Taufik memasang tarif hingga jutaan rupiah bagi napi yang ingin pindah kamar. Pungli juga terjadi secara masif saat napi menerima telepon atau kunjungan tamu.
 
Guntur memastikan, perkara pungli di rutan Pekanbaru tidak akan terus didalami. Polisi masih mengusut keterlibatan pihak lain termasuk kepala rutan serta dugaan tindak pidana pencucian uang. "Masih kami dalami keterlibatan pihak lainnya," tukas Guntur.
 
Kasus pungli Rutan Pekanbaru terungkap menyusul peristiwa kaburnya 473 napi pada 5 Mei 2017, sebelum waktu salat Jumat. Mereka kabur dengan cara mendobrak salah satu pintu hingga terbuka. Sebanyak 334 napi kabur berhasil ditangkap lagi, tetapi sisanya 139 napi masih buron.
 
Kaburnya narapidana itu diduga karena kekecewaan mereka atas pelayanan rutan yang buruk dan maraknya praktek pungli di sana. Selain itu, mereka mengaku kerap dipersulit dalam pengurusan cuti bersyarat. Ditambah lagi. jumlah narapidana di sana melebihi kapasitas. Rutan Klas II-B Pekanbaru yang seharusnya diisi 368 orang justru dihuni lebih dari 1.800 tahanan.
 
Meski telah memeriksa 22 saksi terkait kasus pungli Rutan Pekanbaru, polisi belum menyentuh pejabat lain yang diduga terlibat dalam kasus ini. Tetapi proses penyidikan masih berlanjut.
(MN/ RG)

BERITA TERKINI
BERITA POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Naga Sakti Kompleks Griyo Puspito Blok B-6 Panam Pekanbaru
Email: rme.seputarriau.co@gmail.com
DOWNLOAD APP SEPUTARRIAU.COM