Aksi FPI - LMB Pelalawan Lawan PEKAT

Aksi Monitoring Dihadang Preman & Pemilik Warung Tuak

Foto : Saat Briefing Persiapan Aksi Monitoring Aksi PEKAT oleh FPI-LMB Pelalawan

PANGKALANKERINCI, seputarriau.co - Aksi Monitoring Bersama Front Pembela Islam (FPI) dan laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Pelalawan dalam memberantas Penyakit masyarakat (PEKAT) mendapatkan Penghadangan, Penyerangan dan Pengrusakan Kendaraan FPI  yang saat itu gelar sweeping Bersih-bersih Kampung dan Monitoring  PEKAT di areal Jln Lintas Timur, Sabtu (25/03/2017)

Upaya Monitoring dilakukan karena adanya laporan warga yang tidak nyaman dengan keberadaan PEKAT yang semakin merajalela dan upaya monitoring ini juga sudah mendapat pembahasan di dinas Sosial Pelalawan dalam penegakan Peraturan Daerah (PERDA) kabupaten Pelalawan terkait PEKAT, senin (27/02/2017) lalu yang mana pembahasan ini dihadiri oleh Unsur Pemerintah, Perwakilan Polres Pelalawan dan sebahagian Pihak yang punya kepentingan terhadap Penyakit Masyarakat yang cukup meresahkan masyarakat Pelalawan.

Saat dikonfirmasi awak media seputarriau.co melalui Handphone aplikasi whatsapp (WA) dengan Pengurus FPI Pelalawan, Irwansyah paparkan Tujuan agenda Upaya Monitoring antara FPI - LMB Tujuan awal dari kegiatan bersih-bersih kampung dan monitoring ini adalah Rumah Pelacuran (Red* Tempat Maksiat) di jalan lingkar ujung Pangkalan kerinci, dimana Team Gabungan ini melintas dijalan lingkar melihat warung Tuak yang difasilitasi Billiard hingar bingar yang dilihat tidak etis dipandang orang yang melintas dan lokasinya juga tak jauh dari pemukiman warga. melihat situasi tersebut Team gabungan berhenti dan memanggil Pemilik Warung  upaya Pendekatan yang dilakukan Ormas dengan Pedagang Tuak berjalan dengan lancar, awalnya Pedagang tuak Terima saran dan Indahkan Permintaan Ormas, Tak jauh dari kedai tuak Pertama sekitar 500 Meter ke arah Tempat Maksiat, Team gabungan ini juga lakukan hal sama kepada pedagang tuak yang lainnya juga hal yang sama dilakukan.  

Pada saat team gabungan bergerak ke salah satu tempat maksiat  yang berada di jalan lingkar, ada  sekelompok Preman (Indikasi Preman warung tuak) membuntuti dan hadang aksi team Gabungan, melihat kondisi tidak kondusif team Gabungan tinggalkan tempat Maksiat, Team gabungan balik dan melintasi kembali warung Tuak tersebut, sekitar Pukul 23. 15 Wib team Gabungan sudah ditunggu Oleh puluhan preman dan pemilik warung tuak yang membawa kayu, batu, senjata tajam, pasir dan besin sambil memaki maki dan Mencaci Team gabungan Tersebut. Tak hanya itu saja Sekelompok Preman dan Pemilik tuak tersebut pun menghalangi Kendaraan Team gabungan saat melintas, sesekali terdengar kata-kata Hujatan dikrumunan Puluhan Preman dan Pemilik Warung Tuak, "Hajar", " Lawan" dan kata-kata "Bakar"

Melihat Kondisi semakin tidak terkendali  Mobil Ketua FPI Pelalawan di tendang dan disiram dengan Bensin ke arah mobil  ketua FPI, Disayangkan dimobil Ketua FPI Pelalawan terdapat dua orang anak kandungnya yang masih kecil. Ketua FPI Pelalawan, Tanfidzi sampaikan " melihat situasi semakin ribut, saya, dua orang anak saya beserta supir segera Tinggalkan krumunan melaju menuju Lampu Merah, karena supir saya dan Mobil sudah disiram bensin Oleh Krumunan Preman dan Pemilik Tuak", Ungkap Tanfidzi   

Tambahkan Tanfidzi, " jika saat itu  ada salah seorang dari kerumanan Preman dan Warung tuak melemparkan Korek (Percikan Api *red) ke dalam mobil, maka habis lah riwayat Kami" ujar Ketua FPI Pelalawan menduga ada rencana pembunuhan oleh Pemilik Warung Tuak dan sekelompok Preman  terhadap Ketua FPI pelalawan dan Anaknya serta Supirnya.      

Sesaat Ditinggal Mobil Ketua FPI Pelalawan, krumunan Puluhan Preman dan Pemilik Warung Tuak Usir dan Kejar Team Gabungan Ormas Tersebut, Malangnya  1 unit kendaraan FPI lainnya yang meninggalkan krumunan Puluhan Preman dan Pemilik Warung Tuak Kejar Mobil dan Pecahkan jendela kaca mobil sebelah kanan, melihat kejadian itu mobil dengan Plat No Pol BM 1537 CM langsung melaju untuk mengamankan diri dan bergegas menuju Kantor Polres Pelalawan.

Terkait  penghadangan, penyerangan dan pengrusakan dan Perlakuan anarkis krumunan Puluhan Preman dan Pemilik Warung Tuak di jalan Lingkar Pelalawan kepada Team Gabungan Ormas FPI dan LMB Pelalawan membuat laporan Polisi Dini hari di Polresta pelalawan, Minggu (26/03/2017) sekitar Pukul 01. 30 Wib team Gabungan Ormas yang diwakili dimintakan keterangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)

Pihak Polres Nyatakan sedang proses dan  sabar menunggu sampai melihat perkembangan Kasus.Ketua FPI Pelalawan minta kepada Pihak Berwajib agar proses hukum sedang berlanjut terkait tindak pidana dengan Pengrusakan mobil komando FPI dan rencana pembunuhan/ membakar Mobil dan orang didalam Mobil segera di proses dan tetap kawal serta Pihak aparat  segera tuntaskan Masalah ini.

Masyarakat Pangkalan Kerinci Nilai Pemberitaan miring terkait aksi kedua Ormas tersebut nilai tidak benar dan tidak berimbang, salah seorang warga Pangkalan Kerinci, Budi sampaikan kepada awak media, " Berita yang kemarin itu gak benar tuh dihadang warga, yang menghadang itukan Preman dan Pemilik Warung Tuak,  justru apa yang dilakukan  gabungan FPI -LMB kemarin dalam Raziah terhadap Penyakit Masyarakat "PEKAT", itu kan bagus", ungkap budi yang sudah lama bekarya di Perusahaan Pulp and Paper  di Pelalawan

(MN)
 


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar