Husin Tasrik Makrup Nasution TerPilih Menjadi Ketum PII

Foto : Husin Tasrik Makrup Nasution

PEKANBARU,  seputarriau.co - Pelajar Islam Indonesia (PII) telah menapaki usia dewasa. Kini usia PII akan memasuki 70 tahun pada bulan mei yang akan datang. Muktamar Pelajar Islam Indonesia ke 30 dilaksanakan di gedung Balai Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Barat yg dimulai pada tanggal 25 februari hingga 3 maret 2017 yang lalu.

Tema Kegiatan Kali ini mengangkat "PII sahabat pelajar, meningkatkan daya saing dan pendidikan bagi seluruh rakyat indonesia". Dalam muktamar PII kali ini terpilih saudara Husin Tasrik Makrup Nasution menjadi ketua umum Pengurus Besar PII, sebelumnya Beliau berproses PII wilayah Riau.
Dengan hasil muktamar ini PII tetap fokus mengawal dan mengembangkan pendidikan Dan kebudayaan di seluruh Indonesia. PII menjadi sebuah wadah tempat berlatih bagi kadernya, terbukti sudah banyak keder PII yang telah menjadi Tokoh di kancah nasional.


Ketua Umum Yang baru terpilih Husin Tasrik Makrup Nasution, paparkan sejarah PII Salah satu faktor pendorong terbentuknya Pelajar Islam Indonesia (PII) adalah dualisme sistem pendidikan di kalangan umat Islam Indonesia yang merupakan warisan kolonialisme Belanda, yakni pondok pesantren dan sekolah umum. Menindaklanjuti keputusan kongres, pada Minggu, 4 Mei 1947, diadakan pertemuan di kantor GPII, Jalan Margomulyo 8 Yogyakarta. Pertemuan itu dihadiri Joesdi Ghozali, Anton Timur Djaelani dan Amien Syahri dari GPII Bagian Pelajar, Ibrahim Zarkasji dari Yahya Ubeid dari Persatuan Pelajar Islam Surakarta (PPIS), Multazam dan Shawabi dari Pergabungan Kursus Islam Sekolah Menengah (PERKISEM) Surakarta, serta Dida Gursida dan Supomo NA dari Perhimpunan Pelajar Islam Indonesia (PPII) Yogyakarta.

Treakhir Husin Tasrik mengucapkan alhamdulillah karena dirinya terpilih, " Muda2an Kedepan Amanah ini bisa saya jagah dan PII dibawah Tangan Saya Bisa Maju dan Gemilang", Tutup Husin Tasrik.
 


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar