Pasca Penggerebekan Star Zone dan Luck Zone yang cukup Meresahkan Warga

Masyarakat Dumai Bersukur atas Penggerebekan Gelper oleh Mabes Polri

Foto : Lokasi Gelper Star Zone yang di tutup dengan Police Line, Masyarakat Dumai Bersukur atas Penggerebekan Gelper oleh Mabes Polri
DUMAI, seputarriau.co - Penggerebekan yang dilakukan Tim Bareskrim Mabes Polri  terhadap gelper di Dumai senin malam (14/08), menuai pujian dari masyarakat kota Dumai. Pasca Penggerebakan ini dinilai masyarakat sangat baik dan didukung masyarakat, karena selama ini Permainan dua arena ini sangat meresahkan bagi orang tua terhadap perkembangan anak-anak disekitar kota dumai, Justru penggerebekan yang dilakukan aparat mabes polri di kota Dumai dapat memberikan shock therapy bagi Gelper yang masih beroperasi.
 
Penggerbekan yang dilakukan di dua temkpat ini, salah satunya star zone berada di jln budi kemulian dan lucky zone berada di jln ombak, hasil penggerebak dari dua tempat tertangkap 40 orang, dimana pihak Kepolisian terdidari 2 Tim Bareskrim Mabes Polri yang menggerebek di dua tempat, namun yang diamankan dari 40 orang hanya 29 orang yang diterbangkan ke jakarta, dan pengiriman rombongan dibagi menjadi  dua, dimana pengiriman pertama berangkat dari bandara PinangKampai dan satu rombongan lagi dikirim lewat bandara sultan syarig kasim II pekanbaru.
 
Ketika ditemui awak media seputar Riau di lapangan pada saat HUT NKRI ke 71, salah seorang Pemuda Dumai (17/08), yaitu Rudi. Rudi sambut langkah Bareskrim Mabes Polri  sangat tepat, karena sudah banyak keluhan masyarakat yang kurang ditanggapi oleh oknum tertentu yang memiliki kepentingan. Rudi warga Jalan budi kemuliaan menuturkan tentang aksi mabes tersebut patut diacungi jempol, dan kalau bisa semua gelper di kota Dumai harus tutup.
 
"saya sebagai warga sangat mendukung dan bersyukur adanya langkah tepat dari kepolisian mabes polri yang turun langsung menutup tempat perjudian ini, karena hal ini meresahkan warga kota dumai dan bisa merusak pendidikan anak, pasalnya banyak anak yang membolos dan bermain disitu", ungkap rudi.
 
Selain itu ditemui ditempat terpisah salah seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya menuturkan bahwa gelper sangat merusak, dan didukung pula tidak berizin, wah sungguh berbahaya. "Saya mendukung langkah kepolisian dalam menutup habis gelper di kota Dumai, apatah lagi kota Dumai kota Melayu yang identik dengan Islam dan anti perjudian" jelas beliau.
 
Hingga berita ini diturunkan warga berharap dan bersyukur langkah aparat menutup tempat perjudian dinilai tepat.
 
(Gun)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar