Lambatnya Pembebasan Lahan Jalan HR Soebrantas

Trotoar dan Bahu Jalan Menjadi 'Kios' Dadakan

Foto : Kondisi jalan HR. Soebrantas yang ramai dengan pedagang

PEKANBARU, seputarriau.co - Padatnya penduduk di daerah Panam, dimanfaatkan oleh sebahagian pedagang kami lima untuk berjualan, namun sayangnya para pedagang kaki lima menggunakan trotoar dan ruas bahu jalan yang seharusnya digunakan untuk masyarakat umum sebagai tempat yang aman untuk berjalan kaki.

Hal ini tentunya membuat sebahagian masyarakat kota pekanbaru khususnya msyarakat yang tinggal di kecamatan tampan, merasa gerah terhadap tingkah laku pedagang kaki lima yang dinilai 'se-enaknya saja' menggunakan trotoar dan bahu jalan untuk berjualan.

Saat dikonfirmasi ke pihak pemerintah kota pekanbaru terkait pedagang yang terlalu bebas menggunakan fasilitas pemko tersebut maka tim seputarriau.co menanyakan kepada Kabag Tapem Sekdako, Hazli, Rabu (20/4). ditanyakan tentang  penertiban pedagang kaki lima saaat ini memang sudah kita laporkan kepada satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, ini berkaitan dengan  Pembebasan lahan untuk jalur dua di Jalan HR Soebrantas oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru hingga kini masih berjalan. Kini, tinggal 14 persil lahan lagi yang harus dibebaskan.

Menurut beliau, "harus ada tindak tegas terhadap pedagang kaki lima yang  Sejauh ini upaya pembebasan lahan tersebut sudah dilakukan hanya tinggal 14 persil lagi. Ada beberapa kendala, diantaranya tidak dijumpainya siapa pemilik lahan. Kemudian ada lahan yang masih sengketa. Disitu menjadi kendala belum terbebabaskan secara keseluruhan,'' katanya.

Dijelaskan Hazli, jika tidak juga ditemui pemilik lahan tersebut, Pemko akan ambil langkah konsinyasi dengan menitipkan persoalan tersebut ke Pengadilan. "Apakah itu yang dititipkan dana ganti rugi atau lainnya. Setelah dititipkan ke pengadilan baru lahan tersebut digarap, Tutupnya.

 

 

(MN)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar