Maraknya Peredaran Kosmetik Ilegal Di pekanbaru

Disperindag Himbau Masyarakat Pekanbaru Berhati-hati Dalam Membeli Kosmetik Ilegal

Ilustrasi Kosmetik Ilegal (Copyright.Int)
PEKANBARU, seputarriau.co - Terkait Penggerebakan Polda Riau telah berhasil menyita Kosmetik Ilegal di dua lokasi diduga sebagai gudang kosmetik ilegal. Disperindag Kota Pekanbaru Lakukan Pengawasan Peredaran Kosmetik Ilegal.
 
Hasil penyisiran diamankan sekitar 89 produk kosmetik dan kecantikan kita amankan dengan total 1.438 Pcs yang tanpa memiliki izin Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Hal ini membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru memperketat pengawasan dan peredaran kosmetik. Seperti yang disampaikan Kepala Bidang Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Pekanbaru, Edy Fahmi kepada Seputarriau.co, Juma'at (18/3/2016). 
 
Edy Menuturkan "Jelas kita perketat pengawasan. Karena bukan tidak mungkin produk ini sudah tersebar di masyarakat," katanya, ditambahkan edy tentang Izin BBPOM "Tetap kita koordinasikan kepada BBPOM. Karena untuk obat dan kosmetik berbahaya ada ilmunya sendiri untuk menentukan. Kita hanya kasat mata, seperti punya izin BBPOM atau tidak," katanya.
 
Edy juga mengimbau kepada para masyarakat untuk tidak gampang tergiur dengan promo-promo kosmetik atau obat-obatan yang tidak jelas dan laporakan kepada pihak berwajib atau ke Disperindag Kota Pekanbaru. "Karena berbahaya kalau ternyata ilegal. Kita tidak bisa minta tanggungjawab kemana. Harus jadi konsumen cerdas, liat komposisi obatnya, ada izin kesehatan atau BBPOM tidak? Jangan tergiur promo," pesan Edy.
 
Seperti yang dikabarkan, belum lama ini Polda Riau menggerebek dua tempat di Pekanbaru, Riau yang diduga menjual alat-alat kosmetik dan kecantikan tanpa dilengkapi izin resmi BBPOM. Barang sitaan didapat pertama di salon E di Jalan Arjuna dan Toko Is di Jalan Delima. Total ada sekitar 89 produk kosmetik dan kecantikan kita amankan dengan total 1.438 Pcs.Pengakuan pemilik toko sudah 1 tahun berbisnis. Barang dibeli dengan cara online di Jakarta. dan Penggerebakan Terhadap Pemilik Toko Kosmetik tersebut berawal dari Informasi dari masyarakat sekitar.
 
Produknya ada yang berasal dari China dan Thailand. Produknya sebagian besar berupa kosmetik dan kecantikan kulit,r Pembesar payudara, Pemutih gigi, Obat Perangsang dan alat vital laki-laki. Pemilik barang ilegal tersebut terancam pasal terkait sediaan farmasi tanpa izin edar yang diatur dalam UU Kesehatan No 36, tahun 2009 pasal 197 Jo 106 (1) dengan ancaman 10 tahun penjara.
 
(MN)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar