Ormas PP Anarkis, Doni : Kami Akan Laporkan PP ke Komnas HAM!

Doni suharto koordinator masa

PEKANBARU, seputarriau.co -  Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Pemuda Riau (AMMPER) serta Gerakan Mahasiswa, Masyarakat, dan Pemuda Riau (GEMMPAR) dihadang oleh ormas Pemuda Pancasila (PP) saat hendak menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Riau (Kejati), Senin (22/02/2016).

Sempat terjadi aksi dorongan dan pengejaran oleh ormas PP terhadap massa yang sedang melakukan aksinya secara damai dan terkoordinir. Pihak kepolisian yang bertugas langsung mengamankan aksi anarkis yang dilakukan ormas PP yang mencoba mengambil baliho dari massa yang bertuliskan Trio Rachman.

Saat dimintai keterangan, Doni suharto mengatakan, pihaknya sudah memiliki ijin tiga hari sebelumnya dari pihak kepolisian untuk melakukan aksi di depan Kejati Riau.

"Hari ini kami sudah membuat surat kepada pihak kepolisian, sebulum tiga hari aksi ini kami sudah melapor dan sudah dikeluarkan ijin untuk melakukan aksi," tukasnya yang bertugas sebagai Kordum.

Pertanyaan, lanjut Doni, kenapa kami dibubarkan ormas Pemuda Pancasila (PP)?, dan mereka ini ada ijin atau tidak?

Terkait kejadian tersebut, Doni bersama kawan-kawan akan mengambil langkah tegas untuk melaporkan aksi anarkis ormas PP ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Kami bersama kawan-kawan ingin melaporkan ke komnas HAM hal ini terkait ormas PP, yang selalu ketika kami ingin mengangkat persoalan Pelaksana Tugas Gubernur Riau (Plt.Gubri) justru kami dihadang oleh kelompok PP,"

Selanjutnya, Doni dan massa lainnya juga akan melakukan konfrenai pers terkait kejadian intimidasi dan teror yang dialaminya yang diduga dilakukan oleh ormas PP.

"Kami akan membuat konfrensi pers atas kejadian menyedihkan kemarin, kami diintimidasi baik itu sms, telpon, yang kaki saya ingin diputuskan dibunuh gitu. Jadi penegakan hukum yang terkait harus melihat persoalan ini, ada apa dengan Riau?," ujarnya mempertanyakan.

Doni dan massa lainnya menilai, Plt.Gubri Arsyadjuliandi Rachman tidak berani dan takut terhadap pergerakkan mahasiswa. Singgah berupaya untuk membungkam pergerakan mahasiswa.

"Kalau kami bohong pada hari ini, kenapa kami diajak duduk bersama, dan menyiapkan semua akomodasi kami dua bulan yang lalu. Sekarang saya sudah dilaporkan dua kali, dan melakukan pemeriksaan. Saya katakan seandainya saya terkait tindak pidana silahkan lanjutkan, saya tidak akan takut," Tutup Kordum menjelaskan.


(ATP)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar