Kunkerta Bagian Kepedulian Perguruan Tinggi dalam Membangun Masyarakat

Selasa, 03 Juli 2018

PEKANBARU, seputarriau.co - Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) merupakan wujud dari kepedulian Universitas Riau (Unri) untuk berpartisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, disamping itu Kukerta juga merupakan satu diantara tugas pokok Perguruan Tinggi dalam merealisasikan Tridarma Perguruan Tinggi khususnya pada bidang pengabdian masyarakat.

Hal ini disampaikan Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA, Rektor Unri, saat memberikan arahan kepada mahasiswa peserta Kukerta, pada kegiatan pelepasan mahasiswa Kukerta Unri Periode Juli September 2018, yang dilaksanakan Hotel Labersa, 2 Juli 2018 kemarin. Rektor juga menyampaikan Kukerta merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa diselenggarakan oleh lembaga universitas. Oleh karena itu kegiatan Kukerta akan rutin dilaksanakan tiap tahun.

“Di Universitas, mahasiswa sudah mendapatkan ilmu, keterampilan, dan sebagainya. Kondisi tersebut perlu pembuktian apakah mereka mampu memanfaatkan itu untuk kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa Kukerta diharapkan dapat bekerjasama dengan masyarakat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi desa tersebut, tentunya dengan mengimplentasikan ilmu, skill, dan kemampuannya yang telah di dapatnya di bangku perkuliahan untuk berinteraksi dengan masyarakat pada sesuatu suasana yg benar-benar real di masyarakat,” jelas Rektor.

Rektor mengharapkan, Kukerta juga mampu memberi pengalaman penting bagi mahasiswa terutama bagaimana berinteraksi dengan masyarakat. Pengalaman ini merupakan tempat mengasah mahasiswa dalam bentuk life skill di lingkungan masyarakat. Ini sangat penting karena mahasiswa sebagai pemikir dapat mengawali dengan mengoptimalkan potensi desa tersebut sesuai tema Kukerta tahun ini “Mengawali potensi desa berbasis kearifan lokal dengan pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan,”.

Mewakili Gubernur Riau, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Riau (Balitbang) Dra Arbaini MT, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Unri khususnya mahasiswa yang telah memberikan kontribusinya kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian diri sebagai mahasiswa.

“Kukerta ini dikonsep untuk menyumbangkan pengetahuannya secara langsung kepada masyarakat, dimana peranan mahasiswa ini juga sudah memberikan bukti-bukti dalam berbagai aspek pembangunan di provinsi Riau,” kata Dia.

Lebih lanjut, Arbaini menyampaikan kukerta ini merupakan penginterasian antara pendidikan, pengajaran, penelitan, dan pengabdian kepada masyarakat. “Semoga dengan ada pogram kegiatan ini menjadi manfaat bagi provinsi Riau untuk meningkatkan empati mahasiswa kepada masyarakat untuk menyumbangkan tenaga, pikiran dalam membangun serta memantau kader-kader pembangunan masyarakat di era globalisasi ini,” terang Arbaini.

Sementara Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unri, Prof Dr Almasdi Syahza SE MP, menyampaikan pada tahun 2018 ini Unri melepas mahasiswa Kukerta sebanyak 5840 orang yang terdiri dari sepuluh fakultas yang akan ditempatkan di 533 desa dari sepuluh kabupaten kota Provinsi Riau.

“Kukerta Unri terdiri empat kategori, yaitu Kukerta tematik, Kukerta revolusi mental, Kukerta bersama, dan Kukerta kebangsaan yang dilaksanakan di kota Lampung,” jelas Almasdi.

Lebih lanjut, Almasdi, menyampaikan mahasiswa dari Unri yang mengikuti pogram Kukerta kebangsaan nanti akan bergabung dengan mahasiswa seluruh Indonesia yang juga mengikuti pogram kukerta kebangsaan.

“Kukerta sudah menjadi mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa Unri karena Kukerta merupakan salah satu upaya pendekatan mahasiswa kepada masyarakat. Adapun tujuan utama dari pelaksanaan Kukerta adalah untuk membentuk dan membina mental menjadi seorang pemimpin dan pemberi solusi bagi menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat melalui bidang keilmuan. Begitu banyak permasalahan yang terjadi di masyarakat, maka ilmu yang dimiliki mahasiswa bisa membantu dalam percepatan pembangunan. Pelaksanaan Kukerta Mahasiswa, juga bisa membantu perekonomian desa,”ungkapnya.

Pada kesempatan ini, peserta Kukerta juga diberi pembekalan oleh Kolonel  Arm Jonny Marpaung, dengan tema membagun jiwa patriotisme dan cinta tanah air dalam rangka menyongsong kesatuan bangsa melalui Kuliah Kerja Nyata. Turut hadir pada acara ini Gubernur yang di wakili oleh Balitbang Ptovinsi Riau, serta perwakilan dari pimpinan daerah maupun perwakilan dari sepuluh kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Riau sebagai tempat pelaksanaan Kukerta Unri.

Acara ditutup dengan penyerahan buku nama-nama peserta kukerta dari Ketua Balitbang Provinsi Riau yang mewakili Gubernur Riau, ke masing-masing pimpinan daerah maupun perwakilan dari sepuluh kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Riau, serta dilakukan pemasangan topi Kukerta kepada perwakikan mahasiwa Kukerta Unri tahun 2018.

(MN/ MCR)