Pijar Melayu : Skema Hutan Desa Yang Terbaik Untuk Masyarakat Desa Sungai Kelelawar-Kuansing

Kamis, 31 Mei 2018

KUANSING, seputarriau.co - Pijar Melayu yang tergabung dalam konsorsium betabuh 30 Gelar sosialisasi perhutanan sosial di Desa Sungai Kelelawar Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi, Senin (28/03/2018) di balai desa.
 
Konsorsium betabuh 30 merupakan  mitra dari Yasasan Belantara. Hadir pada sosialisasi itu adalah Kepala Desa Sungai Kelelawar Isradi, Kaur Pemerintahan, Kadus, ketua KTH maju bersama, ketua PKK Desa Sungai Kelelawar, Direktur Eksekutif Pijar Melayu, Rocky Ramadani yang juga koordinator capaian di konsorsium betabuh 30, koordinator capaian konsorsium betabuh30 Satma Rahmad, fasilitator Pijar Melayu Anggara Novpria Densi. 
 
Dalam sosialisasi dan diskusi perhutanan sosial, masyarakat yang hadir didominasi oleh kaum perempuan terlihat alot dan antusias dari awal setelah penyampaian materi untuk melakukan diskusi perhutanan sosial dan pada akhirnya  sepakat memilih skema hutan Desa.
 
Kepala Desa Sungai Kelelawar, Isradi mengucapkan terima kasih kepada Pijar Melayu yang telah memfasilitasi untuk melakukan sosialisasi perhutanan sosial. Karena ini sangat bermanfaat untuk desa kami. Untuk pengembangan dan pemanfaatan, saya pandang hutan desa banyak manfaat bagi masyarakat desa dan  adalah pilihan terbaik, "ucapnya.
 
Lebih lanjut Isradi berharap agar skema hutan Desa bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan masyarakat merasakan dampak yang baik dari kawasan hutan yang dimiliki.
 
Ditempat yang sama Direktur Eksekutif Pijar Melayu Rocky Ramadani mengapresiasi pilihan skema hutan Desa yang disepakati secara bersama oleh masyarakat yang hadir pada saat sosialisasi. Karena hutan Desa ini memiliki banyak mamfaat bagi masyarakat tempatan. 
 
Pengembangan perhutanan sosial melalui skema Hutan Desa merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah untuk memberikan akses dalam mengelola hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di sekitar hutan,"tambahnya.
 
Karena pemilihan skema hutan Desa ini adalah murni hasil kesepakatan masyarakat Desa Sungai Kelelawar, saya berharap kepada seluruh pihak termasuk KPHL mendukung secara penuh pilihan masyarakat," tutupnya.
 
(MN)